Saham BRIS Naik 24,89%, Masih Terdongkrak Sentimen Merger 3 Bank Syariah BUMN

Fakhri Rezy, Jurnalis · Rabu 14 Oktober 2020 15:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 278 2293544 saham-bris-naik-24-89-masih-terdongkrak-sentimen-merger-3-bank-syariah-bumn-StY7zYeQ9Z.jpg Saham (Shutterstock)

JAKARTA - PT Bank BRIsyariah (BRIS) Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah secara resmi telah melakukan penandatanganan Conditional Merger Agreement (CMA) terkait dengan rencana penggabungan atau merger.

Penandatanganan CMA adalah bagian awal dari proses merger tersebut. Artinya, meski penandatanganan CMA sudah dilakukan ketiga Bank Syariah BUMN itu, namun proses penggabungan belum dilakukan.

 Baca juga: Genggam Saham BRIS? Ini Rekomendasi Analis untuk Para Investor

Hal ini membuat saham PT BRI Syariah Tbk (BRIS) mengalami kenaikan yang cukup signifikan dalam beberapa hari ini. Dari pantauan Okezone, Jakarta, Rabu (14/10/2020), saham BRIS hari ini ditutup menguat Rp280 atau 24,89% ke Rp1.405.

Adapun volume transaksi mencapai 245,77 juta lembar dengan nilai Rp356,49 miliar. Adapun frekuensi transaksi mencapai 28.530 kali.

 Baca juga: Merger Bank Syariah BUMN, Saham BRIS Melonjak 18,3%

Pada perdagangan sebelumnya Selasa 13 Oktober 2020, saham BRIS juga meningkat hingga Rp225 atau 25% ke Rp1.125.

Seperti diketahui, Kabar merger tiga bank syariah BUMN memengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa 13 Oktober 2020. Bahkan pergerakan saham PT BRIsyariah Tbk (BRIS) melonjak tajam.

Head of Research Creative Trading System, Argha Jonatan Karo Karo menyampaikan bahwa saham BRIS akan menjadi sorotan investor pada perdagangan hari ini. Dia pun memberikan saran kepada investor untuk saham tersebut.

"Kalau memang ada kenaikan (saham BRIS) luar biasa hold, kalau mulai ada tekanan jual besar saya akan keluar dari saham ini karena berhasil menyelamatkan karena banyak orang yang ikut momentum ini dan turun signifikan sudah hampir Rp1.000-an bulan Agustus lalu Rp700 mungkin ini kesempatan untuk profit taking di saham ini," ujar Argha.

Argha menambahkan, momentum merger ini menjadikan saham BRIS meningkat signifikan. Dengan adanya momentum ini, dia tidak bisa menilai baik atau buruknya terhadap pergerakan saham, begitu pun mengenai sisi fundamental perseroan yang belum dapat langsung dilihat karena proses merger yang cukup lama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini