4 Fakta Ace Hardware Digugat Pailit, Investor Diminta Lakukan Ini

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Sabtu 10 Oktober 2020 07:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 09 278 2291039 4-fakta-ace-hardware-digugat-pailit-investor-diminta-lakukan-ini-Sck9YZ8vEo.jpg Ace Hardware Digugat Pailit (Foto: Haaretz)

JAKARTA - Kabar kurang mengenakkan datang dari salah satu emiten di pasar modal yakni PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES). Ace Hardware digugat pailit Wibowo dan Partners. Gugatan tersebut diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

PT Ace Hardware Indonesia Tbk adalah pemegang lisensi tunggal ACE Hardware di negeri ini. Di mana, ditunjuk secara langsung oleh ACE Hardware Corporation, Amerika.

Gugatan pailit ini pun langsung direspons manajamen ACES. Berikut fakta-faktanya seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Sabtu (10/10/2020).

1. Gagal Bayar, Ace Hardware Digugat Pailit

Mengutip SIPP PN Jakpus, Jakarta, Rabu (7/10/2020), dengan nomor perkara 329/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN Niaga Jkt.Pst, gugatan tersebut mengenai penundaan kewajiban pembayaran utang. Surat gugatan tersebut telah masuk sejak Selasa 6 Oktober 2020.

Baca Juga: Digugat Pailit, Begini Sepak Terjang Ace Hardware di Indonesia 

2. Ada 6 Poin Permintaan

Dalam petitum yang diajukan, ada 6 poin permintaan. Berikut permintaan dari pemohon:

1. Menerima dan mengabulkan Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diajukan oleh Pemohon untuk seluruhnya.

2. Menetapkan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Sementara terhadap Termohon PKPU PT Ace Hardware Indonesia Tbk, untuk paling lama 45 (empat puluh lima) hari terhitung sejak putusan a quo diucapkan.

3. Menetapkan dengan menunjuk Hakim Pengawas dari Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk mengawasi proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Termohon PKPU.

4. Menunjuk dan mengangkat Saudara Dr. Turman M. Panggabean, SH MH, Pengurus yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, sesuai dengan Bukti Perpanjangan Pendaftaran Kurator dan Pengurus nomor AHU-294 AH.04.03-2020 tertanggal 4 Agustus 2020 yang beralamat di Kantor Kurator dan Pengurus Kepailitan Turman M. Panggabean, SH MH, Ruko Cempaka Mas Blok B No. 24, Jl. Letjen Suprapto, Jakarta Pusat 10640 bertindak selaku Pengurus dalam rangka mengurus harta Termohon PKPU dalam hal Termohon PKPU dinyatakan berada dalam PKPU Sementara dan/atau mengangkat sebagai Kurator dalam hal Termohon PKPU dinyatakan Pailit.

Baca juga: Ace Hardware Digugat Pailit, Ini 5 Fakta yang Patut Diketahui Investor

5. Menghukum Termohon untuk mentaati putusan perkara ini.

6. Menghukum Termohon untuk membayar seluruh biaya yang timbul dalam Permohonan ini.

 Penutupan Perdagangan, IHSG Menguat Tipis

3. Sepak Terjang Ace Hardware di Indonesia

Mengutip laman resmi Ace Hardware, Jakarta, Rabu (7/10/2020), didirikan pada tahun 1995 sebagai anak perusahaan dari PT Kawan Lama Sejahtera - pusat perlengkapan teknik dan industri nomor 1 di Indonesia.

PT Ace Hardware Indonesia Tbk ialah pemegang lisensi tunggal ACE Hardware di negeri ini. Di mana, ditunjuk secara langsung oleh ACE Hardware Corporation, Amerika.

Toko ACE Hardware Indonesia pertama dibuka di Supermal Karawaci, Tangerang, pada tahun yang sama, diikuti rentetan toko lain di berbagai wilayah secara cepat. Pertumbuhan pesat ini ditunjang penuh oleh berbagai gudang logistik di titik-titik sentral, sistem distribusi modern yang terintegrasi, beserta para staf profesional yang kemampuannya senantiasa ditingkatkan via berbagai training, seminar, dan sistem peningkatan keterampilan yang lain.

4. Langkah Ace Hardware

 

PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) siap ambil sikap terkait gugatan pailit oleh Wibowo dan Partners di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Namun, hingga saat ini Ace Hardware belum mendapatkan pemberitahuan resmi terkait gugatan tersebut.

"Menanggapi berita yang beredar di media terkait dengan permohonan PKPU Nomor 329/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN Niaga Jkt.Pst tanggal 6 Oktober 2020 dengan pemohon Wibowo & Partners, kami sampaikan bahwa saat ini kami belum menerima pemberitahuan resmi mengenai perkara tersebut," ujar Direktur Ace Hardware Indonesia, Sugiyanto Wibawa

Sugiyanto menambahkan, sebagaimana dikutip oleh media terkait Legal Service Agreement, disampaikan bahwa antara Ace Hardware Indonesia dengan Wibowo & Partners ada ikatan perjanjian jasa hukum bulanan (retainer) senilai Rp10 juta.

"PT Ace Hardware Indonesia Tbk akan segera mengambil sikap setelah menerima pemberitahuan tersebut," kata dia.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat dan investor agar bersikap bijak dalam menanggapi pemberitaan tersebut. Saat ini pihaknya memiliki kinerja yang sangat baik dan tetap beroperasi seperti biasa.(kmj)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini