Emiten Petrokimia Sulit Stabil, Tergantung Konstruktor

Aditya Pratama, Jurnalis · Senin 05 Oktober 2020 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 05 278 2288634 emiten-petrokimia-sulit-stabil-tergantung-konstruktor-UHqG8IBkbn.jpg Saham (Shutterstock)

JAKARTA - Analis Pefindo Umar Hareddy menyebut bahwa industri petrokimia sulit stabil. Hal ini disebabkan karena industri tersebut harganya berdasarkan market driven.

"Terkait petrokimia ini kan industri ini adalah industri komoditas dimana mungkin harganya market driven, jadi siapa yang bisa bertahan ketika harganya posisi paling rendah itu yang paling resilience," ujar Umar dalam acara Market Review IDX Channel, Senin (5/10/2020).

 Baca juga: Jelang Resesi, Begini Cara Aman Investasi Saham agar Cuan

Umar menambahkan, jika melihat stabilitas dari industri petrokimia ini seperti melihat sektor komoditas pada umumnya yang mana tidak bisa disebut bilang cukup smooth dan stabil.

"Pefindo menilainya terkait emiten-emiten yang bergerak di sektor petrokimia kita melihat siapa yang memiliki konstruktor paling rendah itu yang memiliki competitive advantage ketika sedang dalam masa-masa harga produk petrokimia cenderung di bawah," kata dia.

 Baca juga: IHSG Belum Stabil, Trading Jangka Pendek Jadi Rekomendasi

Dalam kesempatan yang sama, Analis Pefindo, Aryo Perbongso menilai bahwa prospek industri petrokimia di Indonesia cukup menjanjikan. Hal ini dilihat dari sisi demand terhadap produk turunan dari industri tersebut.

"Seperti kita tahu sebenarnya penggunaan untuk industri petrokimia itu resilience karena produknya digunakan untuk penggunaan barang-barang sehari-hari sehingga dengan adanya demand tersebut yang sangat resilience, Pefindo memandang outlooknya tersebut stabil," ucap Aryo.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini