Rekomendasi Saham, Investor Bisa Jauhi Emiten Properti Dekati Perbankan dan Energi

Aditya Pratama, Jurnalis · Kamis 01 Oktober 2020 12:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 278 2286679 rekomendasi-saham-investor-bisa-jauhi-emiten-properti-dekati-perbankan-dan-energi-bX4TUcV5qj.jpeg saham (Shutterstock)

JAKARTA - Ada tiga sektor emiten yang sahamnya bisa menjadi pilihan untuk investor. Ketiga sektor tersebut adalah perbankan, manufaktur dan energi.

"Banking, manufaktur dan energi. Manufaktur masih jalan ya, penjualan mobil bagus, jadi otomatif nanti naik. Energi, coal mining tapi tidak semua coal mining," ujar President Director Astronacci International, Gema Goeyardi dalam acara Market Opening IDX Channel, Kamis (1/10/2020).

 Baca juga: Daftar 4 Saham Perbankan yang Layak Dikoleksi

Dia juga mengingatkan kepada investor untuk tidak membeli saham-saham di sektor properti dan konstruksi. Karena situasi pandemi Covid-19 membuat sektor tersebut kinerjanya kurang maksimal.

"Properti jelas tidak, konstruksi juga belum ada tanda-tanda. Jadi, akan sangat terbatas kurang lebih sampai november nanti anda baru akan lihat banyak saham-saham yang mulai bangkit big caps nya breakout, kalau sekarang mereka akan diam dan defensif," kata dia.

 Baca juga: Harga Saham Tesla Meroket 400%, Elon Musk: 5 Tahun Lagi Lebih Tinggi

Sementara itu untuk sektor farmasi, Gema menilai ada dua saham yang saat ini bisa dimanfaatkan oleh investor, yakni Kalbe Farma (KLBF) dan Kimia Farma (KAEF).

"Saya lebih Kalbe, karena Kalbe itu sahamnya lumayan second liner bukan termasuk yang volatilitasnya berlebihan dan likuiditasnya tidak dijaga, maka next strateginya adalah membeli Kalbe, ini kita lagi melihat seharusnya Kalbe Farma harusnya masih bisa dibeli dengan target 1.800 minimum," ucapnya.

Sementara itu terkait KAEF, dirinya belum terlalu melihat peluang yang diperlihatkan KAEF nantinya, meskipun isu yang menyebutkan bahwa Kimia Farma akan terlibat dalam pembuatan vaksin Covid-19 nantinya.

"Memang pada saatnya nanti akan menjadi pilihan, jadi kalaupun terjadi satu ledakan pasti dua ini, KAEF dan KLBF. Sektor farmasi kan sektor momentum, jadi saya tidak bisa bilang untuk long term investment bagus, ini momentum semua hanya karena ada Covid nanti setelah vaksin selesai hilang," tuturnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini