Tower Bersama Bakal Fokus Pertumbuhan Organik, Begini Alasannya

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 30 September 2020 20:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 30 278 2286385 tower-bersama-bakal-fokus-pertumbuhan-organik-begini-alasannya-5oTi1ftpIz.jpg saham (Shutterstock)

JAKARTA - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) akan fokus pada pertumbuhan organik dibandingkan akuisisi menara pada tahun ini. Hal itu dikarenakan industri tower masih defensif di era pandemi.

"Untuk menjaga pertumbuhan bisnis ke depan perseroan akan lebih fokus pada pertumbuhan organik. Akan tetapi tak menutup peluang untuk akuisisi menara baik dari perusahaan yang lebih kecil maupun dari operator telekomunikasi," ujar Director dan Chief Financial Officer Tower Bersama Helmy Yusman Santoso dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (30/9/2020).

 Baca juga: Tower Bersama Buyback 110,94 Juta Saham

Dia menjelaskan pada awal tahun hingga 30 Juni 2020, perseroan tercatat telah berhasil menambah 2.517 tenant. Sehingga per 30 Juni 2020, perseroan memiliki 15.893 site telekomunikasi dengan 31.039 tenant.

"Perseroan pada Semester I, masih membukukan kinerja positif. Dan target kami satu tahun menambah 3.000 tenant dan sudah mencapai 2.517 tenant sampai pertengahan 2020," tutur dia.

 Baca juga: Tower Bersama Raih Pinjaman Rp5,3 Triliun

Dia juga menambahkan ada sejumlah hal yang menjadi pertimbangan ketika perseroan akan melalukan akuisisi, mulai dari lokasi aset, prospek ke depan, dan valuasi atas aset yang akan diakuisisi.

"Kita sudah punya 15.000 site di seluruh Indonesia. Apabila kita ingin akuisisi maka perseroan melihat apakah di tempat target akuisisi itu kita sudah punya tower banyak apa belum dan bagaimana prospeknya untuk meraih tenant baru," ungkap dia.

 Baca juga: GOLD Right Issue Rp212,751 Miliar

Tercatat, hingga semester I-2020, Tower Bersama meraih laba bersih Rp510,48 miliar atau melonjak 33,58% dibandingkan semester I-2019 senilai Rp382,14 miliar. Seiring dengan itu, pendapatan perseroan turut meningkat 13,2% menjadi Rp2,57 triliun dari Rp2,27 triliun.

(rzy)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini