Proyek Gasifikasi Batu Bara Molor, PTBA Hanya Mampu Serap Capex Rp2,7 Triliun

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 30 September 2020 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 30 278 2286149 proyek-gasifikasi-batu-bara-molor-ptba-hanya-mampu-serap-capex-rp2-7-triliun-B4ZXOdkAg0.jpg Proyek Gasifikasi Batu Bara PTBA Mundur karena Pandemi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyatakan tidak bisa menyerap seluruh anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) yang direncanakan sebesar Rp4 triliun. Perseroan hanya bisa menyerap Rp2,7 hingga sampai Rp3 triliun atau sekitar 75% dari total capex tahun ini.

Menurut Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin, salah satu penyebab lambatnya penyerapan capex adalah adanya pandemi virus corona (covid-19). Akibat pandemi ada sejumlah proyek yang mengalami kemunduran tahap pengerjaan sehingga capex yang dianggarkan tidak berjalan.

Baca Juga: Permintaan Turun, PTBA Sesuaikan Produksi Batu Bara hingga Akhir 2020

"Mungkin berdasarkan perhitungan kita berusaha Rp4 triliun, tapi dengan melihat perkembangan Covid ini kita pastikan di angka Rp2,7 sampai Rp3 triliun. Karena ada kemunduran dari proyek-proyek yang kita kerjakan," ujarnya dalam acara laporan kinerja secara virtual, Rabu (30/9/2020).

Menurut Arviyan, ada sekitar tiga proyek yang meleset dari target. Ketiga proyek tersebut yakni Gasifikasi Batu Bara, PLTU Mulut Tambang Sumsel-8 dan angkutan batu bara.

“Ini memang mau tidak mau ada beberapa kemunduran dari proyek yang kita lakukan,” ucapnya.

Baca Juga: 90% Laba untuk Dividen, PTBA: Tidak Pengaruhi Likuiditas Perseroan

Khusus proyek gasifikasi batu bara, semula tahap pengadaan jasa engineering, procurement, dan construction (EPC) pada proyek gasifikasi dilakukan pada kuartal III tahun ini. Namun akibat adanya pandemi, hal tersebut baru bisa dilakukan pada 2021.

Proyek DME PTBA akan dikembangkan di Tanjung Enim provinsi Sumatera Selatan.

Sedangkan PLTU Sumsel-8 berkapasitas 2x620 MW merupakan proyek strategis PTBA dengan nilai mencapai USD1,68 miliar.

PLTU ini merupakan bagian dari proyek 35 ribu MW dan dibangun oleh PTBA melalui PT Huadian Bukit Asam Power (PT HBAP) sebagai Independent Power Producer (IPP). PT HBAP merupakan konsorsium antara PTBA dengan China Huadian Hongkong Company Ltd.

Selain itu, PTBA juga bekerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia mengembangkan proyek angkutan batu bara jalur kereta api dengan kapasitas 72 juta ton/tahun pada tahun 2025.

"Kemudian di 2021 itu EPC dan dalam waktu 36-48 bulan pabrik ini sudah bisa produksi DME," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini