Bukit Asam Bidik Ekspor Batu Bara ke Pakistan hingga Bangladesh

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 30 September 2020 13:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 30 278 2286120 bukit-asam-bidik-ekspor-batu-bara-ke-pakistan-hingga-bangladesh-cITcPUSsrP.jpg Batu Bara (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) masih mampu mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,3 triliun pada semester I-2020. Perseroan berusaha agar pada semester II-2020 kinerjanya bisa lebih baik lagi.

Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin mengatakan, di semester II-2020, pihaknya masih akan menjalankan strategi yang sama pada periode sebelumnya yakni dengan efisiensi. Karena menurutnya, masih ada peluang efisiensi yang bisa dilakukan misalnya dari sisi operasional.

"Kita melakukan efisiensi. Kedua, efisiensi dan ketiga, efisiensi. Harga kita enggak bisa kontrol. Masih banyak peluang efisiensi baik operasional maupun operasional," ujarnya dalam laporan kinerja virtual, Rabu (30/9/2020).

Baca Juga: Bisnis Terguncang Covid-19, PTBA Pastikan Tak PHK Karyawan 

Menurut Arviyan, langkah efisiensi tidak akan sampai melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada karyawannya. Hanya saja, biaya-biaya yang tidak terlalu diperlukan seperti menurunkan biaya operasional, menurunkan harga pokok produksi (HPP) hingga biaya usaha akan dilakukan.

"Tapi tidak melakukan pengurangan karyawan maupun kesejahteraan. Biaya biaya yang memang tidak begitu berpengaruh pada usaha dan produksi itu kita hentikan. Ini kita lakukan. PTBA juga sudah melakukan tim efisiensi, untuk lihat mana saja yang kita perbaiki untuk efisiensi," jelasnya.

Menurut Arviyan, langkah efisiensi ini sudah terbukti ampuh untuk membuat perseroan bisa tetap meraup laba bersih Rp1,3 triliun di enam bulan pertama. Padahal, permintaan dan harga batu bara anjlok akibat adanya pandemi virus corona.

"Selama semester I-2020 ini, kita sekali lagi tidak berhenti bersyukur bahwa di tengah pandemi ini, PTBA masih diberikan kinerja yang positif," jelasnya.

Selain langkah efisiensi lanjut Arviyan, pihaknya juga mencari pasar-pasar ekspor batu bara yang baru. Sebut saja seperti Kamboja hingga Pakistan yang saat ini masih membutuhkan batu bara.

"Kalau market, marketing juga usaha untuk mencari pasar baru. Seperti Kamboja, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka yang masih mempunyai kebutuhan batu bara. Pasar ini masih ada dan harga relatif lebih baik," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini