Kasus Corona Masih Tinggi Bayangi Gerak IHSG

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 30 September 2020 12:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 30 278 2286084 kasus-corona-masih-tinggi-bayangi-gerak-ihsg-sjdyWK7bnq.jpg Kasus Virusn Corona Masih Tinggi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terus mengalami ketidakpastian. Dua hari belakangan, IHSG melemah setelah sebelumnya pada pekan lalu menguat signifikan.

Founder iTrade Community Andry Tjoe mengatakan, pergerakan IHSG masih dipengaruhi kondisi eksternal dan internal. Untuk eksternal, nilai tukar Rupiah menjadi faktor yang mempengaruhi secara tidak langsung.

Baca Juga: Masuk Zona Merah, IHSG Sesi I Ditutup Melemah ke 4.850

"Di mana kondisi global mempengaruhi secara langsung atau tidak karena kondisi rupiah berhubungan erat dengan kondisi IHSG, rupiah sedikit melemah di atas Rp14.900 kemudian merefleksikan di IHSG secara tidak langsung adalah emiten emiten yang menggunakan dolar AS, ada eksposur dolar," ujar Andry dalam acara Market Opening IDX Channel, Rabu (30/9/2020).

Untuk faktor internal, Andry menyebut, masih tingginya penyebaran Covid-19 maka semakin tinggi juga harapan akan adanya vaksin untuk virus corona tersebut. Secara tidak langsung, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) turut mempengaruhi aktivitas bisnis perusahaan.

Baca Juga: DSSA Dapatkan Fasilitas Pembiayaan Rp200 Miliar dari Mandiri

"Aktivitas perusahaan baik perusahaan terbuka atau tidak terbuka terpengaruh karena secara tidak langsung operasionalnya terhambat," kata dia.

Dia juga menyebut, kondisi investor masih dipengaruhi terkait keberadaan vaksin, karena secara psikologis pastinya penyebaran Covid-19 yang tak kunjung mereda turut berpengaruh.

"Kondisi ini masih belum selesai, mungkin kita lihat nanti di awal tahun 2021 sampai pertengahan 2021 apakah vaksin sudah ditemukan atau belum, karena sejauh ini saya melihat solusinya ada di vaksin belum ada solusi lain," ucapnya

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini