Laba Bersih PTBA Anjlok Jadi Rp1,3 Triliun Imbas Corona

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 30 September 2020 12:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 30 278 2286072 laba-bersih-ptba-anjlok-jadi-rp1-3-triliun-imbas-corona-t7OmB0ole9.jpg Laba Bersih PTBA Turun (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,3 triliun di semester I-2020. Angka ini mengalami penurunan sebesar 35,64% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy) yang mencapai sekitar Rp2,02 triliun.

Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin mengatakan, penurunan kinerja ini disebabkan oleh pandemi virus corona, sehingga mempengaruhi permintaan dan juga harga batu bara di pasar domestik maupun luar negeri.

"Dengan laba bersih sebesar Rp1,3 triliun semester I-2020 ini. Memang kalau kita bandingkan dengan tahun lalu kinerja ini sedikit lebih rendah. Ini adalah dampak dari pandemi covid yang mulai dirasakan sejak Maret hingga hari ini," ujarnya dalam paparan kinerja secara virtual, Rabu (30/9/2020).

Baca Juga: Permintaan Turun, PTBA Sesuaikan Produksi Batu Bara hingga Akhir 2020 

Secara rinci Arviyan menjelaskan, permintaan batu bara selama pandemi menurun drastis. Tak terkecuali juga permintaan dari negara-negara yang menjadi tujuan ekspor batu bara yang juga mengalami penurunan.

"Kita perhatikan baik permintaan dalam negeri dan ekspor mengalami penurunan yang luar biasa. Ini tidak lepas dari penggunaan batu bara dari negara-negara dan PLN sendiri," jelasnya.

Hal ini juga akan berimbas kepada harga batu bara. Sejak awal tahun hingga Juni 2020, harga batu bara sudah merosot 20%.

Jika melihat Harga Batu Bara Acuan (HBA), harga batu bara turun dari semula USD66 per ton pada Januari menjadi USD52 per ton. Sedangkan untuk Newcastle Index harga batu bara turun sebesar 26 hingga 27%

"Ini tentunya secara tidak langsung berdampak pada kinerja keuangan kita dimana laba kita alhamdulillah masih bisa mencapai Rp1,3 triliun," jelasnya.

Sebagai informasi dari sisi pendapatan, PTBA membukukan sebesar Rp9 triliun hingga pertengahan tahun ini. Beban pokok penjualan PTBA hingga paruh pertama 2020 menurun 8% dibanding periode yang sama tahun lalu, dari Rp6,9 triliun menjadi Rp6,4 triliun.

Aset perusahaan per Juni 2020 tercatat masih kuat berada di angka Rp26,9 triliun dengan komposisi kas dan setara kas sebesar Rp8,6 triliun atau 32% dari total aset.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini