Resesi, Bikin Investor Saham Dag Dig Dug

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 27 September 2020 11:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 27 278 2284415 resesi-bikin-investor-saham-dag-dig-dug-mt3rcZm6Wx.jpg Investasi Saham di Tengah Resesi Ekonomi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pasar saham Indonesia diproyeksi akan terkena sentimen negatif bila pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2020 kembali minus. Nilai saham dari beberapa emiten pun diperkirakan akan turun.

Analis CSA Research Institute Reza Priyambada menjelaskan bahwa naik dan turunya harga saham tak hanya dipengaruhi dari kondisi internal perusahaan. Terlebih, nanti situasinya masuk ke masa resesi.

Setidaknya ada beberapa faktor ekternal yang membuat jantung para investor dag dig dug.

Baca Juga: 3 Hal yang Tak Boleh Dilakukan Dilakukan Investor Saham saat Resesi

"Sentimen-sentimen global dan perubahan data-data ekonomi," kata Reza saat dihubungi Okezone, Minggu (27/9/2020).

Sementara itu, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menyatakan adanya faktor eksternal saat negara dilanda resesi dan menggangu kinerja pasar saham merupakan suatu hal yang wajar. Apalagi, krisis ekonomi ini penyebabnya utamanya karena ada pandemi Covid-19.

"Kasus Covid-19 yang mengancam kembalinya lockdown di berbagai negara," kata dia.

Baca Juga: Dear Pemegang Saham, Lakukan Ini jika Indonesia Resesi

Selain itu, tensi perdagangan antara Amerika Serikat dan China hingga kini pun terus memanas. Bahkan, situasi politik di Negeri Paman Sam yang akan menggelar Pilpres pada November 2020 pun juga akan berdampak kepada pasar saham global.

"Strategi pemulihan dan stimulus The Fed, Pemilihan Presiden AS, tensi perdagangan AS-China, dan prospek pengembangan vaksin," ujarnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini