Dear Pemegang Saham, Lakukan Ini jika Indonesia Resesi

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 27 September 2020 08:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 27 278 2284392 dear-pemegang-saham-lakukan-ini-jika-indonesia-resesi-w7ez2c6jNc.jpeg Investasi Saham di Pasar Modal Indonesia. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Perekonomian Indonesia diperkirakan masuk jurang resesi. Sebab, Kementerian Keuangan memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2020 akan kembali minus.

Bagi investor saham tentu kabar tersebut menjadi sentimen negatif. Hanya saja tak perlu terlalu panik menyikapinya karena ada beberapa langkah supaya investasi yang disimpan tetap aman.

Baca Juga: Ngotot Main Saham saat Resesi, Sebaiknya Hindari Jenis Emiten Ini

Analis CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, bila seorang investor memiliki sifat senang menghadapi tantangan di tengah kesulitan, maka dirinya akan memanfaatkan resesi sebagai sebuah peluang.

Yang bersangkutan akan mempelajari emiten mana saja yang mempunyai prospek bagus di tengah krisis ekonomi akibat Covid-19.

“Jika seseorang melihat peluang resesi, maka penurunan harga saham akan dilihat sebagai peluang untuk menambah posisi untuk investasi masa depan,” kata Reza saat dihubungi Okezone, Minggu (27/9/2020).

Baca Juga: IHSG Sepekan Anjlok 2,24%, Asing Catat Aksi Jual Bersih Rp829,6 Miliar

Dia menambahkan, tak semua investor berani menambah investasi di tengah gejolak ekonomi ini. Oleh sebab itu, bila memang tak mempunyai keteguhan hati untuk terus bermain di pasar saham, maka baiknya segera pindahkan uangnya ke dalam bentuk tabungan atau deposito.

“Maka bersih-bersih portofolio akan dilakukan dan memindahkan ke instrumen investasi lainnya. Misal, dari saham ke obligasi, atau dari saham ke tabungan maupun deposito,” ujarnya.

Sementara itu, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menyarankan agar sekarang memindahkan portofolionya di emiten yang harga sahamnya terus menurun. Lalu, pelajari beberapa perusahaan yang dilihat memiliki prospek baik meski sedang Covid-19.

“Kurangin bobot portofolio saham-saham yang terkena imbas sangat besar dan perbanyak bobot portofolio saham-saham defensif dan memiliki dividen yield cukup menjanjikan,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini