Pasok Kebutuhan Smelter Feronikel, Antam Bangun Pembangkit Listrik Sendiri?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 24 September 2020 14:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 278 2283045 pasok-kebutuhan-smelter-feronikel-antam-bangun-pembangkit-listrik-sendiri-cuyVZasLF0.jpg Listrik (Foto: Dok PLN)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengakui bahwa PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam dapat membangun pembangkit listrik secara mandiri. Pembangkit listrik itu akan disediakan di pabrik smelter feronikel milik ANTM di Halmahera Timur, Maluku Utara.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, dari hasil kajian dan evaluasi pihaknya, Antam memiliki kemampuan untuk membangun pembangkit listrik sendiri.

"Kami lihat Antam juga bisa mengelolah listrik sendiri, kenapa? Karena mereka juga punya kemampuan. Bukan hal baru bagi Antam untuk menyediakan listrik bagi mereka sendiri," ujar Arya dalam diskusi secara virtual, Jakarta, Kamis (24/9/2020).

Meski mampu membangun pembangkit listrik secara mandiri, jadwal operasional pabrik smelter ini terhambat lantaran belum memiliki pasokan listrik. Karena itu, Arya mengatakan, pihaknya akan mencari penyedia atau pemasok listrik dengan harga yang paling murah.

"Jadi, tapi kita akan bandingkan dengan PLN punya. Kalau murah harus ambil yang murah dong. Enggak apa, kalau PLN yang nyediain, makanya kita cari yang murah," kata dia.

Saat ini Kementerian BUMN tengah mendorong manajemen ANTM untuk mencari sejumlah pemasok. Di mana, Kementerian akan membandingkan sejumlah harga yang ditawarkan untuk disediakan dalam smelter feronikel.

"Saya rasa manajemen pasti akan mendapatkan solusi ya, karena perusahaan itukan, smelter ini sudah hampir selesai tinggal listrik saja, di samping menunggu bisa melakukan beberapa alternatif sambil menunggu terbangunnya pembangkit listrik mereka, tapi bisa dicarikan juga dengan penyedia listrik yang cepat tapi tidak mahal," ujar dia.

 Listrik

Salah satu langkah Kementerian BUMN untuk mencari pemasok listrik dengan melakukan mengadakan tender atau pengadaan listrik. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, sudah ada 36 perusahaan yang mendaftarkan diri dalam tender saat dibuka pada, Selasa (22/9/2020) kemarin. Bahkan, ke-36 perusahaan itu terdiri dari perseroan plat merah dan pihak swasta.

"Insya Allah, nanti ada solusi apakah itu melalui tender yang sudah dibuka hari ini (Selasa), Antam ada 36 peminat baik dari BUMN sendiri, maupun dari swasta untuk melakukan supply (listrik) itu," ujar Erick dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi VI DPR, Jakarta.

Erick bilang, dalam proses tender untuk memasok listrik di proyek smelter feronikel ini, setiap peserta tender atau perusahaan mampu mengajukan listrik dengan harga murah. "Tentu harga yang termurah, kita mau harganya itu kalau tidak salah di bawah yang ditawarkan, yang sekarang sangat mahal itu," kata Erick.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini