Alasan Pasar Modal Syariah Tetap Eksis meski RI Terancam Resesi

Aditya Pratama, Jurnalis · Kamis 24 September 2020 13:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 278 2283029 alasan-pasar-modal-syariah-tetap-eksis-meski-ri-terancam-resesi-vwUEbyhmM0.jpg Indeks Saham Harga Gabungan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pasar Modal Syariah di Indonesia hingga saat ini masih eksis di kalangan investor. Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), per Agustus 2020 jumlah investor di pasar modal syariah tumbuh sekitar 20% atau sekitar 78.000 investor.

Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI, Irwan Abdalloh mengatakan, dengan adanya Dewan Syariah Nasional telah membuat pasar modal syariah di Tanah Air berkesinambungan dengan prinsip syariah.

Baca Juga: Waktu Perdagangan Efek Utang dan Sukuk Berubah, Berikut Jadwalnya

Adapun Dewan Syariah Nasional adalah lembaga yang bertanggung jawab terhadap penyusunan fatwa untuk industri keuangan. Menurutnya, Indonesia menganut sebuah model fatwa yang unik, sehingga fatwa yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional sifatnya khusus, sehingga fatwanya banyak. 

"Khusus pasar modal syariah saja ada 20 fatwa, unik. Di negara lain enggak, general, masalah yang detail diserahkan ke masing-masing," ujar Irwan dalam acara Market Review IDX Channel, Kamis (24/9/2020).

Baca Juga: 39 Calon Emiten Berburu Rp17,3 Triliun di Pasar Modal

Dia menambahkan, salah satu hal yang menyebabkan pasar modal syariah mematuhi unsur syariah adalah karena fatwa-fatwa yang telah disusun dikonversikan menjadi sebuah regulasi. 

"Sehingga yang tadinya fatwa hanya pendapat ketika dia dikonversi menjadi regulasi, berubah menjadi peraturan yang mengikat secara hukum positif," ucapnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini