Alhamdulillah, Investor Pasar Modal Syariah Naik 20% di Tengah Covid-19

Aditya Pratama, Jurnalis · Kamis 24 September 2020 13:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 278 2283026 alhamduliilah-investor-pasar-modal-syariah-naik-20-di-tengah-covid-19-ykP0RItyVO.jpg Indeks Saham Harga Gabungan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan minat investor di pasar modal syariah Indonesia. Adapun jumlah investor di pasar modal syariah berhasil meningkat 20% per Agustus 2020 secara year on year (yoy).

"Alhamdulillah meskipun sedang pandemi pasar modal syariah Indonesia tumbuh cukup lumayan, dari sisi jumlah investor tumbuh sekitar 20% lebih, sekarang per Agustus kemarin ada sekitar 78.000 investor," ujar Kepala Divisi Pasar Modal Syariah Bursa Efek Indonesia (BEI), Irwan Abdalloh dalam acara Market Review IDX Channel, Kamis (24/9/2020).

Baca Juga: Waktu Perdagangan Efek Utang dan Sukuk Berubah, Berikut Jadwalnya

Irwan menambahkan, dari sisi aktivitas transaksi di pasar modal syariah juga menunjukkan hal positif, hal ini seperti data yang dimiliki BEI yang menunjukkan adanya peningkatan aktivitas transaksi per Agustus lalu.

"Sekarang itu jumlah investor melakukan aktivitas transaksi lebih tinggi daripada tahun kemarin year on year, Agustus 2020 dengan Agustus 2019. Semuanya menunjukkan transaksi yang lebih tinggi, di saat indeks turun justru transaksi luar biasa," kata dia.

Meningkatnya jumlah transaksi di pasar modal syariah Tanah Air turut menjadi perhatian BEI. Setidaknya, ada tiga hal yang diperhatikan BEI terkait meningkatnya tingkat transaksi. 

Baca Juga: 39 Calon Emiten Berburu Rp17,3 Triliun di Pasar Modal

"Kemungkinan terbesar adalah, pertama, majority investor syariah di Indonesia adalah anak muda sehingga karakter anak muda suka tantangan.

Kedua, teknologi, karena sekarang transaksi mudah, semakin banyak diam di rumah semakin gampang karena malah sekarang interaksi dengan teknologi lebih banyak dibandingkan dengan teman-teman," ucap Irwan.

"Ketiga, mungkin yang menarik hipotesis awal kita adalah terjadi pemindahan dana, misalnya dana anak-anak muda yang biasa buat nongkrong banyak sekarang dipindahkan karena enggak boleh nongkrong. Duit kopinya dijadikan duit saham. Kita belum melakukan pendalaman tapi itu lah yang menarik," sambungnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini