Wall Street Ditutup Anjlok, Nasdaq Drop hingga 3%

Fakhri Rezy, Jurnalis · Kamis 24 September 2020 07:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 278 2282795 wall-street-ditutup-anjlok-nasdaq-drop-hingga-3-mZtg2Qk1wQ.jpg Wall Street (Shutterstock)

NEW YORK - Wall Street ditutup anjlok pada perdagangan Rabu (23/9/2020) waktu setempat. Bahkan, S&P 500 dan Nasdaq lesu hingga di atas 2%.

Pada saat pembukaan, indeks-indeks saham berawal naik Dow Jones Industrial Average naik 0,13%, menunjuk ke kenaikan 75 poin pada pembukaan hari Kamis, sementara S&P 500 berjangka naik 0,08%. Nasdaq 100 berjangka turun 0,06%.

 Baca juga: Wall Street Ditutup Lesu Usai Pertemuan The Fed

Melansir CNBC, Jakarta, Kamis (24/9/2020), pada penutupannya berbeda, Dow turun 525,05 poin atau 1,9% menjadi 26.763,13. Sedangkan S&P 500 turun 2,4% menjadi ditutup pada 3.236,92 dan Nasdaq Composite ditutup 3% lebih rendah pada 10.632,99.

“Tidak ada satu alasan khusus untuk menjelaskan penjualan, dan dalam banyak hal penurunan merupakan kelanjutan dari aksi harga yang telah berlangsung sejak awal bulan,” kata Adam Crisafulli dari Vital Knowledge.

 Baca juga: Wall Street Ditutup Menguat, Investor Abaikan Resesi Imbas Covid-19

Dia mencatat bahwa perdagangan teknologi, yang telah retak pada awal September, belum pulih. “Psikologi di sekitar kelompok bergeser dan itu bukan lagi sumber dukungan yang kuat seperti dulu. Sementara itu, investor masih belum cukup nyaman dengan siklus atau nilai saham bahkan untuk mulai mengimbangi kelemahan teknologi yang sedang berlangsung, ”tambahnya.

Sejauh ini di bulan September S&P 500 telah turun 7,5%, sementara Dow telah merosot 5,8%. Nasdaq Composite telah menjadi relatif lebih baik, mencatat kerugian 9,7% karena investor keluar dari Big Tech. Facebook, Amazon, Apple, Netflix, Alphabet, dan Microsoft semuanya turun setidaknya 11% pada bulan September.

Melihat ke depan hingga hari Kamis, investor akan mendapatkan informasi tentang keadaan pemulihan ekonomi ketika klaim pengangguran AS dirilis. Ketua Federal Reserve Jerome Powell dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin juga akan hadir di hadapan komite perbankan Senat.

Kesaksian itu muncul saat Washington berjuang untuk bergerak maju dengan langkah-langkah stimulus tambahan. Pada hari Rabu, Ketua Powell menegaskan kembali bahwa stimulus fiskal lebih lanjut diperlukan jika pemulihan ekonomi AS akan berlanjut.

"Tindakan pasar saham [Rabu] hari ini adalah sinyal yang jelas bahwa investor menuntut stimulus lebih lanjut, baik fiskal atau moneter," kata Andrew Smith, kepala strategi investasi di Delos Capital Advisors.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini