Kimia Farma Analisa Permintaan Erick Thohir Bangun Pabrik Paracetamol

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 21 September 2020 13:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 21 278 2281181 kimia-farma-analisa-permintaan-erick-thohir-bangun-pabrik-paracetamol-bSi2NlT79o.jpg Kimia Farma Analisa Rencana Pembangunan Pabrik Paracetamol. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akan melakukan transformasi bisnis pada industri farmasi. Upaya itu dilakukan dengan membangun pabrik obat paracetamol di Indonesia.

Kementerian BUMN melakukan langkah transformasi melalui kerjasama dengan perseroan Farmasi yakni, PT Kimia Farma Tbk (KAEF).

Baca Juga: Kimia Farma-AP II Investigasi Dugaan Penumpang Dilecehkan saat Rapid Test di Soetta

Merespon keinginan Erick Thohir tersebut, Corporate Secretary Kimia Farma Ganti Winarno mengatakan, pihaknya telah melakukan kajian dan analisis. Kajian itu berkaitan dengan dampak positif bagi kinerja BUMN farmasi. Serta ketersediaan Bahan Baku Obat (BBO) Paracetamol.

"Terkait dengan pembangunan pabrik Paracetamol saat ini kami sudah melakukan kajian dan analisa, ini sudah siap," ujar Ganti Winarno, Jakarta, Senin (21/9/2020).

Tujuan pembangunan pabrik paracetamol tersebut untuk mengurangi ketergantungan impor Bahan Baku Obat (BBO) khususnya Paracetamol. Langkah itu, kata Ganti, sejalan dengan program pemerintah pusat dalam mewujudkan kemandirian BBO secara nasional.

Untuk melakukan percepatan pembangunan pabrik, pihak KAEF sudah mengkonsolidasikan dengan sejumlah perseroan yang berada di cluster kesehatan atau farmasi. Perseroan tersebut di antaranya, PT Bio Farma dan PT Indofarma. Meski demikian, Ganti tidak menyebut kapan pembangunan akan mulai direalisasikan.

Baca Juga: Viral Wanita Cantik Curhat Dilecehkan saat Rapid Test di Bandara Soetta

"Kami konsolidasikan cluster kesehatan, yakni menggabungkan Bio Farma dan fokuskan Kimia Farma dan Indofarma akan fokus pada kimia.

Langkah konsolidasi itu sesuai dengan penetapan Bio Farma sebagai induk holding BUMN farmasi dengan anggota holdingnya Kimia Farma dan Indofarma. Di mana, tujuan holding BUMN Farmasi ini untuk memperkuat kemandirian industri farmasi nasional, juga untuk meningkatkan ketersediaan produk, dengan menciptakan inovasi dalam penyediaan produk farmasi untuk mendukung ekosistem farmasi efektif.

Sebelumnya, Erick Thohir mengatakan tengah menyusun rencana pembangunan pabrik obat paracetamol di Indonesia. Adapun rencana ini dilakukan dengan menggabungkan industri farmasi negara yakni Bio Farma dan Kimia Farma.

"Menekankan kebutuhan impor obat-obatan, kita bangun pabrik paracetamol yang selama ini impor," ujar Erick dalam diskusi virtual, Rabu kemarin.

Kata dia, sudah membaginya ke dalam 12 klaster berdasarkan rantai pasok yang satu kesatuan di masing-masing perusahaan pelat merah. Dia menekankan pengelompokan BUMN berdasarkan klaster ini sebagai upaya membangun ekosistem bisnis yang lebih baik dan melibatkan pihak swasta.

"Supply chain dilakukan tapi kita nggak mau jadi menara gading, tetap kita bangun ekosistem yang baik dengan swasta," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini