Saham STAR Bungee Jumping, Ada Rumor Apa?

Rani Hardjanti, Jurnalis · Jum'at 18 September 2020 15:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 18 278 2279990 saham-star-bungee-jumping-ada-rumor-apa-O2vvDv3OHm.jpg Saham STAR (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Ada yang tidak biasa dalam pergerakan saham STAR alias PT Buana Artha Anugerah Tbk. Saham tersebut bergerak volatil bak bungee jumping.

Pergerakan bungge jumping ini terlihat sejak pembukaan perdagangan Kamis 17 September 2020. Pada sesi pertama, saham STAR terpantau di posisi Rp135. Namun pada pukul 10.45 merosot ke Rp127 per lembar saham. Lalu saham itu masih bergerak di level yang sama hingga pukul 13.45 WIB. Pada pukul 14.00 WIB, STAR kembali melompat ke posisi Rp131 per saham.

Pada perdagangan Jumat (18/9/2020), saham STAR Kembali naik tipis di posisi Rp133 per saham dan bergerak di rentang yang terbatas.

Melihat gerak yang tidak biasa tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) pun menyurati STAR. Dalam surat tersebut BEI menanyakan adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015 Tentang Keterbukaan Informasi Atau Fakta Material Oleh Emiten Atau Perusahaan Publik.

"Perseroan tidak mengetahui informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek Perusahaan," demikian Corporate Secretary STAR Asep Mulyana, yang juga menjabat sebagai Direktur Utama, hari ini.

Dalam keterbukaan informasi STAR juga menyatakan tidak ada rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu 3 bulan mendatang yang bisa mempengaruhi gerak efek.

STAR adalah emiten yang bergerak di bidang Textile Garment. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang dihelat 29 Agustus 2020 lalu, diputuskan untuk menyetujui penggunaan laba bersih Tahun Buku 2019 sebesar Rp1,951 miliar. Sebesar Rp1,35 miliar akan dibukukan sebagai dana cadangan. Sisanya yaitu sebesar Rp601 juta ditetapkan sebagai laba ditahan untuk modal kerja Perseroan.

Selain itu, pemegang saham juga memberikan persetujuan kepada Direksi STAR untuk mengalihkan, melepaskan hak atau menjadikan jaminan utang atas kekayaan Perseroan baik sebagian maupun beberapa transaksi yang berdiri sendiri ataupun yang berkaitan satu sama lain, untuk jangka waktu sampai dengan diselenggarakannya RUPST selanjutnya yaitu Tahun 2021.

Data STAR

(dni)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini