Efek Erick Tohir Akan Bangun Pabrik Parasetamol, Saham KAEF Belum Bereaksi

Rani Hardjanti, Jurnalis · Jum'at 18 September 2020 07:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 17 278 2279481 efek-erick-tohir-akan-bangun-pabrik-parasetamol-saham-kaef-belum-bereaksi-sQShWWlhWw.jpg Saham (Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Erick Tohir merencananya akan membangun pabrik parasetamol. Selama ini kebutuhan parasentamol dipasok dari luar negeri.

Guna merealisasikan rencana ini, maka dilakukan dengan menggabungkan industri farmasi negara yakni Bio Farma dan Kimia Farma.

Baca juga: Erick Thohir Angkat Staf Khusus Menkes Jadi Komut Kimia Farma

"Menekankan kebutuhan impor obat-obatan, kita bangun pabrik paracetamol yang selama ini impor," ujar Erick dalam diskusi virtual, Rabu (16/9/2020) kemarin.

Sentimen positif itu ternyata belum mampu mengangkat saham PT Kimia Farma Tbk. Pada pedagangan Kamis (17/9/2020) perusahaan pelat merah dengan kode emiten KAEF tersebut tampil merosot 1,38% atau minus 40 poin ke level Rp2.860 per lembar saham.

Baca juga: Kimia Farma Ungkap Penurunan Impor Bahan Baku Obat hingga 25%

Pada perdagangan pagi, saham KAEF dibuka di level Rp2.900 dengan posisi tertinggi di posisi Rp2.950. Sementara, posisi terendah ada di posisi Rp2.850 per lembar saham.

Dalam keterbukaan informasi, yang dikutip Jumat (18/9/2020), perseroan menyatakan bisnis tidak terdampak oleh pandemi Covid-19. Perseroan juga tidak melakukan PHK.

KAEF menyatakan total pendapatan (konsolidasi) untuk periode terkini di tahun 2020 dibandingkan periode yang sama di tahun 2019, akan mengalami kenaikan total pendapatan hingga 25%. Namun juga berpotensi mengalami penurunan laba bersih dengan persentase yang sama.

Strategi perseroan dalam mempertahankan kelangsungan usaha di tengah kondisi Pandemi Covid-19, disebutkan ada enam langkah.

1. Menjaga saldo kas dan setara kas minimum untuk keperluan operasional

2. Menurunkan jumlah hari piutang

3. Menurunkan jumlah hari persediaan

4. Menurunkan jumlah pinjaman berbunga

5. Mengurangi anggaran capex

6. Memotong anggaran beban usaha tahun 2020

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini