Jalan Keluar Agar Tidak Terus Rugi, Grab-Gojek Diisukan Merger

Fahmi Achmad, Jurnalis · Rabu 16 September 2020 17:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 16 278 2278759 jalan-keluar-agar-tidak-terus-rugi-grab-gojek-diisukan-merger-3BJZIKrmke.jpg Jalan Keluar Agar Tidak Terus Rugi, Grab-Gojek Diisukan Merger. (Foto: IDX Channel)

JAKARTA - Santer terdengar dua startup terbesar ride hailing yakni Gojek dan Grab dikabarkan akan melakukan merger dan telah mendapatkan restu dari salah satu investor yakni pendiri Softbank, Masayoshi Son. 

"Kekuatan yang bermain di sini lebih tinggi dari sekadar apa yang diinginkan Grab atau Gojek. Ini adalah tentang sejumlah pemegang saham berpengaruh jangka panjang di kedua perusahaan yang ingin membendung kerugian atau mencari jalan keluar dari investasi mereka," kata salah satu investor Grab, seperti dilansir The Financial Times, pekan lalu.

BACA JUGA : Gojek dan Grab Diisukan Merger, Sudah Direstui Pendiri Softbank

Mendengar isu tersebut, Gojek pun menepis soal peleburan dua perusahaan identik dengan warna hijau itu. Sempat viral dan diperbincangkan di sosial media, kabar merger ini menbuat heboh di Indonesia.

Sekadar diketahui, dari sisi pendanaan dan investasi, Gojek merupakan startup berbasis di Jakarta yang mendapatkan pendanaan dari Tencent, Google, dan beberapa perusahaan lain termasuk perusahaan asal Indonesia. Sedangkan Grab merupakan startup berbasis di Singapura yang mendapatkan suntikan dana dari SoftBank, Microsoft, dan beberapa pemodal lain.

BACA JUGA : Alibaba Berencana Gabung, Bisa Kacaukan Upaya Merger Gojek-Grab

Kedua perusahaan ini sejatinya saling berebut pangsa pasar dengan berbagai inovasi yang dilahirkan dan menyasar seluruh segmen dan sektor baik transportation, entertainment, culinary, hingga delivery.

Dikabarkan SoftBank sudah melakukan pembicaraan terkait rencana merger Grab dan Gojek dalam dua tahun terakhir, kini dengan kondisi pandemi dan terjadinya pembatasan akses di sejumlah negara mulai dari PSBB hingga lockdown, membuat rencana tersebut dipercepat yang disinyalir untuk mengatasi sejumlah kerugian.

BACA JUGA : Fokus Bisnis Kargo, Citilink Angkut 18 Ribu Ton Muatan di Agustus 2020

Hingga berita ini diturunkan, berdasarkan lansiran The Financial Times dari narasumber yang tidak ingin disebutkan namanya, Masayoshi Son sengaja datang ke Jakarta untuk berdiskusi tentang rencana merger. Namun belum jelas kesepakatan seperti apa yang diinginkan oleh SoftBank.

"Hari ini, karena adanya dinamika, kedua belah pihak sama-sama terbuka. Ada kemauan yang lebih besar di tingkat tertinggi, terlepas dari masalah kontrol yang rumit," ujar salah satu pemegang saham Gojek seperti dikutip dari laporan The Financial Times. Meski demikian ada hal yang akan mengganjal seandainya merger jadi dilakukan yakni denda antitrust terhadap Gojek dan Grab terlebih lagi isu soal monopoli. (*)

(spi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini