PGN Kawal Pipanisasi Proyek Blok Rokan

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 16 September 2020 11:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 16 278 2278535 pgn-kawal-pipanisasi-proyek-blok-rokan-iszb1xP6Pw.jpg PGN Kawal Pipanisasi Blok Rokan. (Foto: Okezone.com/PGN)

JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) memangkas biaya proyek pipa Rokan senilai USD150 juta atau sekitar Rp2,1 triliun. Hal ini pun menjadi bukti bahwa ruang efisiensi di proyek infrastruktur migas masih terbuka lebar.

Direktur Utama PGN Suko Hartono mengungkapan, biaya pembangunan proyek pipa minyak ke blok Rokan berhasil dipangkas dari semula USD450 juta menjadi USD300 juta. Efisiensi biaya ini diperoleh dari optimasi dari tahapan penetapan Final Investment Decision (FID) dan proses procurement.

"Hal ini merupakan upaya bersama dewan pengawas dan manajemen PGN dalam mengawal proyek pipanisasi minyak Rokan Hulu dapat berjalan efektif dan efisien ditengah tantangan ekonomi global dan pandemi," jelas Suko, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/9/2020).

Baca Juga: Jadi Subholding, PGN Diminta Tak Lagi Tradisional Jual Gas

PT Pertagas, anak usaha PGN, telah memulai pembangunan pipa minyak sepanjang kurang lebih 360 kilometer dengan diameter 4-24 inch. Proyek yang ditargetkan rampung pada 2021 melalui lima Kabupaten di Riau yaitu Kabupaten Dumai, Bengkalis, Siak, Kampar dan Rokan Hilir. First welding (pengelasan perdana) telah dilakukan di Kelurahan Kandis Kota, Kandis, Kabupaten Siak.

Sebelumnya pada 2018, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memutuskan Pertamina sebagai pengelola blok Rokan setelah memenangkan tender dengan CPI. Dalam penawarannya Pertamina setuju untuk membayar biaya bonus tanda tangan (signature bonus) sebesar USD784 juta atau setara Rp11,3 triliun dan komitmen kerja pasti senilai USD500 juta atau sekitar Rp7,2 triliun.

Baca Juga: PGN-Pertamina EP Sepakati Perjanjian Jual Beli Gas USD4/Mmbtu

Pengelolaan Pertamina di Blok Rokan tersebut juga menandai berakhirnya pengelolaan Chevron di Rokan selama lebih dari setengah abad.

Dalam proyek ini PGN juga bersinergi dengan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dalam pengadaan material Pipa Minyak Blok Rokan. Hal ini merupakan manfaat nyata efisiensi penggunaan gas bumi bagi pemanfaatan produk TKDN yang bisa menghemat biaya pengadaan material sebesar 16%.

Upaya efisiensi dan kolaboratif lainnya dilakukan dengan menggandeng SDM lokal agar bisa menggerakkan potensi daerah dan menciptakan multiplier effect ekonomi bagi wilayah dan masyarakat sekitar.

"Transfer knowledge merupakan bagian penting yang tidak terpisahkan dalam pengelolaan SDM dan tentunya penguasaan aspek pemahaman teknologi maupun komersial dalam pembangunan proyek bagi anak bangsa, sehingga pelaksanaan proyek bisa berjalan intensif namun tetap efektif,” jelas Suko.

Sementara itu, Analis Finvesol Consulting Indonesia Fendi Susiyanto mengatakann, dalam situasi Pandemi Covid-19 ini konsumsi energi cenderung menurun, termasuk gas bumi. Meski demikian, sebagai pionir pembangunan infrastruktur pipa, PGN bisa mengoptimalkan meningkatnya kebutuhan energi di masa depan dengan membangun proyek-proyek infrastruktur yang lebih efisien. Apalagi sebagai bagian dari PT Pertamina, PGN memiliki potensi pasar yang riil dan besar.

"Sinergi dengan Pertamina seperti yang dilakukan dengan membangun pipa ke Rokan bukti adanya peluang itu. Jika efisiensi bisa dilakukan di proyek-proyek lain tentunya akan memberikan value besar bagi bisnis PGN di masa depan" jelas Fendi.

Saat ini PGN juga dalam proses pembangunan sejumlah proyek gasifikasi kilang Pertamina yang saat ini menggunakan BBM maupun LPG. Proyek tersebut meliputi lima lokasi kilang, yaitu program RDMP Balongan, RDMP Balikpapan, RDMP Cilacap, Kilang TPPI dan GRR Tuban. Diharapkan pembangunan proyek-proyek tersebut dapat dilakukan lebih efisien guna memperkuat fundamental bisnis PGN dalam jangka panjang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini