Aksi Profit Taking Buat IHSG Kembali Anjlok 1,18%

Aditya Pratama, Jurnalis · Selasa 15 September 2020 18:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 15 278 2278241 aksi-profit-taking-buat-ihsg-kembali-anjlok-1-18-WIv1BfM7Ej.jpeg saham (Shutterstock)

JAKARTA - Analis MNC Sekuritas, Muhamad Rudy Setiawan menyebut aksi profit taking menjadi salah satu penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini. Selain aksi tersebut, rilis neraca perdagangan juga turut memengaruhi melemahnya IHSG.

Untuk diketahui, IHSG masuk zona merah pada sesi terakhir perdagangan hari ini. IHSG ditutup turun 60,96 poin atau 1,18 persen ke 5.100.

 Baca juga: PSBB Jakarta Jadi Biang Kerok IHSG Anjlok 5%

"Selain memang dari rilis neraca perdagangan, dari profit taking yang dilakukan para investor sesudah dua hari secara berturut turut itu memengaruhi secara signifikan yang memang lebih kepada aksi profit taking para investor," ujar Rudy dalam acara 2nd Session Closing Market IDX Channel, Selasa (15/9/2020).

 

Rudy menambahkan, melemahnya IHSG disebut juga sebagai anomali tersendiri dibanding indeks luar negeri yang masih terus mencatatkan penguatan. Selain itu, rilis neraca perdagangan hari ini walaupun tetap surplus di 2,3 miliar dolar AS tetapi impor masih mengalami penurunan 24,19 persen dan juga ekspor melemah 8,36 persen tidak terlalu memengaruhi perdagangan pasar modal.

 Baca juga: IHSG Tenggelam di Zona Merah, Turun 1,18% ke 5.101

Hal ini sekaligus mengindikasikan aktivitas ekonomi Indonesia masih lemah padahal untuk aktivitas ekonomi, bahkan sebelum adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan kembali pada minggu ini dan PSBB transisi sebelumnya.

"Pada PSBB transisi kemarin tidak terlalu menggairahkan aktivitas ekonomi Indonesia," ucapnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini