Wall Street Bergerak Naik, Nasdaq Bergerak Flat

Fakhri Rezy, Jurnalis · Selasa 08 September 2020 07:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 08 278 2274172 wall-street-ditutup-naik-nasdaq-bergerak-flat-NP0ItiXG3t.jpg Wall Street (Foto: Shutterstock)

NEW YORK - Wall Street ditutup naik pada perdagangan Senin (7/9/2020) waktu setempat. Hal ini ditopang dikarenakan adanya aksi jual di saham teknologi yang terburuk dalam 5 bulan terakhir.

Melansir CNBC, Jakarta, Selasa (8/9/2020), Dow Jones naik sekira 220 poin sedangkan S&P 500 naik 0,5%. Namun, Nasdaq 100 bergerak datar. Hal ini pergerakan malam sebelumnya, dikarenakan pasar tutup karena Labor Day pada hari Senin 7 September 2020.

 Baca juga: Wall Street Lesu Tertekan Saham Amazon hingga Apple

Saham baru saja menghentikan kenaikan beruntun lima minggu setelah pembalikan besar di saham teknologi utama minggu lalu. Kerugian tajam di Amazon, Apple, Microsoft dan Facebook mendorong Nasdaq Composite turun 3,3% mengalami minggu terburuk sejak 20 Maret.

Dow dan S&P 500 turun 1,8% dan 2,3% minggu lalu. Masing-masing, membukukan kerugian mingguan terbesar sejak Juni.

 Baca juga: Wall Street Jatuh Usai Aksi Jual Saham Teknologi

Banyak investor di Wall Street percaya bahwa kelemahan berasal dari kekhawatiran peningkatan kinerja teknologi besar-besaran mendorong valuasi ke tingkat yang tidak berkelanjutan. Pembelian agresif saham pertumbuhan juga telah menyebar ke pasar opsi.

Bahkan dengan kemunduran minggu lalu, Nasdaq naik lebih dari 70% dari level terendah Maret.

"Mengingat betapa ekstrimnya banyak indikator yang kami ikuti pada awal pekan lalu, kami yakin dibutuhkan lebih dari sekadar penurunan ringan untuk mengatasi kondisi tersebut," kata Matt Maley, kepala strategi pasar di Miller Tabak, dalam sebuah catatan.

 Baca juga: Stock Split, Tesla Incar Duit Rp77,5 Triliun di Bursa AS

Maley menunjuk pada kondisi overbought yang ekstrim di beberapa nama teknologi megacap serta tingkat penilaian yang tinggi untuk S&P 500.

Kemerosotan Big Tech minggu lalu bertepatan dengan kinerja yang lebih baik dalam siklus saham - nama yang paling sensitif terhadap pemulihan ekonomi. Sektor material dan keuangan S&P 500 adalah dua pemenang terbesar di minggu sebelumnya, masing-masing naik 2,3% dan 0,9%.

(rzy)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini