PTPP Catatkan Kontrak Baru Rp10 Triliun

Feby Novalius, Jurnalis · Sabtu 29 Agustus 2020 10:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 29 278 2269373 ptpp-catatkan-kontrak-baru-rp10-triliun-xyIFqhNiCv.jpg PTPP Bukukan Kontrak Baru Rp10,05 triliun. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT PP (Persero) Tbk mencatatkan kontak baru sebesar Rp10,05 triliun hingga Juli 2020. Angka ini sekitar 40% dari total target yang ditetapkan pada tahun ini.

Direktur Utama PT PP Novel Arsyad mengatakan, pihaknya optimis bisa mencapai target tahun ini. Di mana target kontrak baru Rp25,53 triliun hingga akhir 2020.

“Perseroan berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp10,05 triliun sampai dengan akhir Juli 2020. Sampai dengan Juli 2020 ini, perseroan berhasil merealisasikan perolehan kontrak baru sebesar 40% dari total target yang ditetapkan oleh manajemen perseroan, yaitu sebesar Rp25,53 triliun di akhir tahun 2020 sehingga Manajemen optimistis target kontrak baru tahun ini akan tercapai,” ujarnya mengutip keterangan tertulis, Sabtu (29/8/2020).

Baca Juga: PTPP Bakal Jual Tol Pandaan-Malang hingga Medan-Kualanamu

Pencapaian kontrak baru sebesar Rp10,05 triliun tersebut terdiri 87% di antaranya adalah kontrak baru Induk Perseroan. Sedangkan anak perusahaan sebesar 13%.

Beberapa proyek yang berhasil diraih perseroan sampai dengan Juli 2020 seperti, RDMP JO sebesar Rp1,80 triliun, SPAM Pekanbaru sebesar Rp1,26 triliun, Bogor Apartement sebesar Rp1,17 triliun, Sirkuit Mandalika sebesar Rp817 miliar, Sport Centre Banten Rp794 miliar. Lalu ada juga SGAR Alumina Rp660 miliar, RDMP Reguler Rp576 miliar, Jalan Kendari-Toronipa Rp412 miliar, dan sebagainya. 

Baca Juga: PTPP Incar Proyek Perumahan yang Hancur di Filipina

Sampai dengan Juli 2020, kontrak baru dari BUMN mendominasi perolehan kontrak baru perseroan dengan kontribusi sebesar 45%, disusul oleh pemerintah sebesar 31% dan swasta sebesar 24% dari total perolehan kontrak baru. Sedangkan, perolehan kontrak baru berdasarkan jenis atau tipe pekerjaan, Gedung sebesar 31%, Oil and Gas sebesar 27%, Jalan dan Jembatan sebesar 14%, Irigasi sebesar 14%, Power Plant sebesar 10%, dan Lain-lain sebesar 3%.

Sementara itu, dalam menghadapi kondisi pandemi Covid-19 di tahun ini dan menghadapi masa mendatang akan ada pengembangan mengembangkan berbagai konsep strategi perusahaan yang akan diterapkan dalam menjalankan roda bisnis perusahaan. Pengembangan strategi perusahaan tersebut dilakukan guna meningkatkan pertumbuhan kinerja perusahaan.

Adapun strategi defensif yang dilakukan oleh Perseroan selama masa pandemi seperti melakukan divestasi, cashflow leadership, restrukturisasi hutang, reorganisasi perusahaan, customer focus, selective dan reduce capex, cost reduction strategic, dan tight money policy.

Sedangkan, strategi ofensif akan dilakukan bertahap setelah wabah pandemi, seperti ekspansi market, implementasi teknologi (IT), sinergi dengan BUMN, kolaborasi dengan investor asing, diversifikasi yang sejalan dengan core utama, dan transformasi business line. (fbn)

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini