Rabobank Bakal Dimerger dengan BCA Syariah

Kunthi Fahmar Shandy, Jurnalis · Jum'at 28 Agustus 2020 18:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 278 2269141 rabobank-bakal-dimerger-dengan-bca-syariah-i9mWANikE0.jpg BCA Akuisisi Rabobank. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk resmi mengakuisisi saham PT Bank Rabobank International Indonesia (Rabobank Indonesia) dari Grup Rabobank senilai Rp397 miliar. Transaksi ini mengikuti rencana Grup Rabobank untuk menghentikan operasional di Indonesia sejalan dengan perubahan pada strategi global grup.

Akuisisi ini ditandai dengan penandatangan perjanjian jual beli bersyarat (Conditional Sale and Purchase Agreement atau CSPA) antara kedua pihak pada 11 Desember 2019 lalu, yang tunduk pada persetujuan OJK.

Baca Juga: 7 Fakta BCA Caplok Rabobank, Mulai Terealisasi Kuartal III-2020

Direktur BCA Vera Eve Liem mengatakan, rencananya Rabobank akan dimerger dengan satu anak usaha yang bergerak di bidang perbankan yakni Bank BCA Syariah. Rabobank saat ini memiliki pembiayaan sekitar Rp1,4 triliun.

"Rencananya dilakukan awal tahun depan. Rabobank akan kami merger dengan BCA Syariah, modal Rabobank sebenarnya saat ini masih cukup bagus senilai Rp384 miliar," katanya dalam paparan virtual di Jakarta Jumat.

Pasca-merger, modal BCA Syariah diperkirakan akan sampai Rp2 triliun. Saat ini, menurut dia, perseroan masih menunggu proses persetujuan dari regulator untuk melakukan merger.

Baca Juga: Langkah BCA Caplok Rabobank Dapat Restu Pemegang Saham

Ke depan BCA tetap optimistis terhadap potensi ekonomi Indonesia dan soliditas sektor perbankan nasional.

“Kami akan mengkaji berbagai peluang bisnis dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian di tahun 2020. BCA akan kembali berinvestasi dalam memperkuat kapabilitas di bidang teknologi digital untuk terus meningkatkan keunggulan kompetitifnya," pungkasnya.

(fbn)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini