IPO, Saham Transkon Jaya Meroket 24%

Aditya Pratama, Jurnalis · Kamis 27 Agustus 2020 10:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 27 278 2268182 ipo-saham-transkon-jaya-meroket-24-mABlbodvlk.jpg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - PT Transkon Jaya Tbk hari ini resmi menjadi perusahaan tercatat ke-700 yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Emiten dengan kode TRJA ini melepas sebanyak 375 juta saham atau setara dengan 24,83% saham yang dilepas ke masyarakat dengan harga Rp250 per sahamnya.

Direktur Utama Transkon Jaya, Lexi Roland Rompas mengatakan, pihaknya menargetkan dana hasil IPO (Initial Public Offering) sekitar Rp93,75 miliar. Pada perdagangan perdana, saham TRJA naik 24,80% ke posisi Rp 312 per saham.

Baca Juga: Melantai di BEI, Sunindo Adipersada Bidik Pasar Global Mainan Anak

"(Hasil IPO) akan digunakan untuk pengembangan usaha Perseroan dengan melakukan pembelian kendaraan baru dan sisanya akan digunakan untuk modal kerja," ujar Lexi dalam keterangannya, Kamis (27/8/2020).

Selama masa penawaran umum yang berlangsung pada tanggal 14, 18 dan 19 Agustus 2020, saham TRJA banyak diminati oleh masyarakat dengan adanya kelebihan permintaan kurang lebih sebanyak 82,68 kali dari porsi penjatahan terpusat (pooling) saham yang ditawarkan kepada masyarakat.

Perusahaan yang bergerak di bidang rental kendaraan untuk perusahaan tambang yang berbasis di Balikpapan, Kalimantan Timur ini juga mempunyai bisnis penyedia layanan jaringan internet yang menyasar wilayah terpencil di wilayah Kalimantan dengan fokus pelanggan dari sektor korporasi maupun ritel.

Baca Juga: Melantai di Bursa Saham dengan e-IPO, Berikut Penjelasan BEI

Setelah resmi menjadi perusahaan terbuka, Lexi menuturkan bahwa pihaknya akan menjadikan perseroan untuk selalu menerapkan prinsip good corporate governance dalam setiap langkah yang diambil. Diharapkan dengan menjadi perusahaan terbuka, perseroan dapat memanfaatkan kesempatan untuk berkembang dan tumbuh menjadi lebih besar yang tentunya dengan dukungan masyarakat sebagai salah satu pemegang saham Perseroan.

"Meskipun kondisi perekonomian nasional melesu sebagai akibat pandemi Covid-19, Perseroan tetap optimis bahwa bisnis penyewaan kendaraan untuk perusahaan tambang masih memberikan kontribusi positif bagi pemegang saham dan para pemangku kepentingan," ucapnya.

(kmj)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini