Dolar Melemah Tertekan Ketidakjelasan Stimulus untuk Selamatkan Ekonomi AS

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 13 Agustus 2020 07:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 13 278 2261396 dolar-melemah-tertekan-ketidakjelasan-stimulus-untuk-selamatkan-ekonomi-as-2aZE9sNnLh.jpg Dolar AS Melemah (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada perdagangan Rabu waktu setempat. Salah satu faktornya, perselisihan politik soal paket stimulus untuk memulihkan ekonomi AS menghentikan rebound dolar.

Dalam perdagangan, indeks dolar AS turun 0,3% terhadap sekeranjang mata uang pada level 93,418. Padahal mata uang tersebut telah bertahan di atas level terendah dalam dua tahun atau sejak Kamis lalu.

Baca Juga: Dolar AS Turun Lagi Tertekan Euro dan Poundsterling

Meski demikian Greenback menguat terhadap yen. Dolar naik 0,4% menjadi 106,86 yen. Dolar dan yen bergerak seiring imbal hasil Treasury AS, dengan 10 tahun naik ke level tertinggi. Demikian dilansir dari CNBC, Kamis (13/8/2020).

Sementara itu, data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS yang lebih kuat dari perkiraan secara singkat mengangkat dolar terhadap sekeranjang mata uang. Data IHK menunjukkan naik 0,6% dibandingkan bulan lalu.

Tetapi fokus pasar ada pada paket stimulus AS. Investor mengamati tanda-tanda kebuntuan politik di Washington atas paket penyelamatan lebih lanjut agar ekonomi yang dilanda pandemi dapat diatasi.

Baca Juga: Angka Pengangguran AS Turun, Indeks Dolar Menguat

Apalagi, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengungkapkan bahwa Gedung Putih dan para pejabat tinggi Demokrat mungkin tidak dapat mencapai kesepakatan tentang bantuan virus corona saat Kongres. Di mana pada hari kelima tanpa pembicaraan, dengan jalan buntu memblokir bantuan bagi puluhan juta orang Amerika.

Di sisi lain, Euro naik 0,4% menjadi USF1,1790. Sejak awal Juli, euro telah menguat 5,4% terhadap dolar.

Sterling turun 0,1% pada USD1,3028, di tengah data yang menunjukkan ekonomi Inggris telah memasuki resesi yang dalam, karena tanda-tanda pemulihan di Juni memberikan beberapa dukungan untuk mata uang tersebut. (feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini