IHSG Diproyeksi Lesu, Cermati 5 Saham Berikut

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 07 Agustus 2020 07:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 07 278 2258327 ihsg-diproyeksi-lesu-cermati-5-saham-berikut-kFK3KnigXu.jpeg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir pekan ini diprediksi terkoreksi. Sebelumnya, IHSG ditutup 51,22 poin pada level 5.127 atau naik 1,03%

Analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama mengatakan berdasarkan indikator, MACD masih membentuk pola dead cross di area positif.

Baca Juga: IHSG Tetap Menguat ke 5.170, Tak Terganggu Ekonomi Minus

"Di sisi lain, Stochastic dan RSI sudah overbought sehingga pergerakan IHSG berpeluang terkoreksi wajar," ujar Nafan Aji di Jakarta, Jumat (7/8/2020).

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.

Baca Juga: IHSG Melesat 43 Poin ke Level 5.170

1. PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES)

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 1.625 – 1.650, dengan target harga secara bertahap di level 1.700 dan 1.850. Support: 1.550.

2. PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI)

Pergerakan harga saham masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada level 118 – 120, dengan target harga secara bertahap di level 124, 144, 164 dan 182. Support: 113 & 103.

3. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 680 – 700, dengan target harga secara bertahap di level 750, 915, 1.080 dan 1.245. Support: 665.

4. PT Indofood Tbk (ICBP)

Terlihat pola bearish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi aksi profit taking pada pergerakan harga saham. “Sell on Strength” pada area 10.300 – 10.600, dengan target harga di level 9975. Resistance: 11.125.

5. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)

Terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada level 384 – 390, dengan target harga secara bertahap di 410, 438, 500 dan 565. Support: 374.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini