Direktur Global Mediacom: Info Pailit Tidak Valid

Fakhri Rezy, Jurnalis · Minggu 02 Agustus 2020 19:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 02 278 2255799 direktur-global-mediacom-info-pailit-tidak-valid-SRpzsui00W.jpg Global Mediacom (Okezone)

JAKARTA - Baru-baru ini beredar informasi mengenai emiten PT Global Mediacom Tbk (BMTR) digugat ke Pengadilan Negeri Niaga Jakarta Pusat dengan terkait kasus kepailitan. Di mana, perkara ini didaftarkan pada Selasa 28 Juli 2020 dan mendapat nomor perkara 33/Pdt.Sus-Pailit/2020/PN Niaga Jakarta Pusat.

Adapun, pemohon dalam perkara ini adalah KT Corporation yang diwakilkan oleh Warakah Anhar.

 Baca juga: Global Mediacom Sabet Penghargaan Best of The Best Top 50 Perusahaan Indonesia dari Forbes

"Permohonan tersebut tidak berdasar atau tidak valid," ujar Direktur Chief Legal Counsel PT Global Mediacom Tbk Christophorus Taufik dalam keterangan tertulisnya, Minggu (2/8/2020).

Menurutnya, perjanjian yang dijadikan dasar dari Permohonan telah dibatalkan berdasarkan putusan pengadilan negeri Jakarta Selatan No. 97/Pdt.G/2017/PN.Jak.Sel tanggal 4 Mei 2017 yang telah berkekuatan hukum tetap.

 Baca juga: Global Mediacom Bakal Lepas 40% MNC Vision Networks

Selain itu, lanjutnya, yang mengajukan Permohonan adalah KT Corporation yang patut dipertanyakan validitasnya. "Mengingat pada tahun 2003 yang berhubungan dengan Perseroan adalah KT Freetel Co. ltd, dan kemudian pada tahun 2006 hubungan tersebut beralih kepada PT KTF Indonesia," ujarnya.

Dirinya menjelaskan, kasus ini adalah kasus lama, sudah lebih dari 10 (sepuluh tahun). Bahkan KT Corporation sudah pernah juga mengajukan permohonan peninjauan kembali ke Mahkamah Agung dan ditolak berdasarkan putusan Mahkamah Agung No. 104PK/Pdt.G/2019 tanggal 27 Maret 2019.

"Seharusnya Pengadilan Niaga menolak Permohonan KT Corporation dikarenakan tidak didukung fakta-fakta hukum yang valid, sehingga terkesan Permohonan diajukan sebagai bagian dari upaya mencari sensasi di tengah kondisi ekonomi dunia yang sedang menghadapi Pandemi Covid-19," ujarnya.

Menurutnya, tindakan yang dilakukan oleh KT Corporation sudah masuk sebagai tindakan pencemaran nama baik. Hal ini akan membuat Perseroan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi hak-haknya.

"Termasuk menempuh pelaporan secara pidana kepada pihak Kepolisian," ujarnya.(rhs)

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini