Rugi Rp10,4 Triliun di Semester I, Bos Garuda: Covid-19 Buat Dunia Penerbangan ke Titik Terendah

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 02 Agustus 2020 10:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 02 278 2255623 rugi-rp10-4-triliun-di-semester-i-bos-garuda-covid-19-buat-dunia-penerbangan-ke-titik-terendah-PTeOO2Ikxf.jpg Garuda Indonesia (Okezone)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mencatat rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD712,72 juta atau Rp10,4 triliun (Rp14.585 per USD) di Semester I-2020 (unaudited). Sementara itu, pendapatan usaha turun 58,18% ke USD917,28 juta year on year dibandingkan periode sebelumnya sebesar USD2,19 miliar.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan, pandemi Covid-19 memberikan dampak signifikan terhadap kinerja Perseroan. Di mana dengan adanya pembatasan pergerakan dan penerbangan pada masa pandemi, rata-rata frekuensi penerbangan menurun drastis dari yang sebelumnya melayani lebih dari 400 penerbangan per harinya menjadi hanya berkisar diangka 100 penerbangan per hari. Di samping itu, jumlah penumpang juga mengalami penurunan tajam hingga mencapai 90%.

 Baca juga: Bos Garuda: Tolong Bisiki Presiden Jokowi Buat Perjalanan Dinas

"Namun demikian kami terus memperkuat langkah pemulihan kinerja seoptimal mungkin agar Perseroan dapat segera rebound dan memperoleh pencapaian kinerja yang semakin membaik. Fokus utama kami adalah mengupayakan perbaikan fundamental Perseroan secara terukur dan berkelanjutan," jelas Irfan dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (2/8/2020).

Irfan memaparkan, upaya pemulihan kinerja dilakukan secara menyeluruh pada lini bisnis Perseroan meliputi langkah optimalisasi pendapatan penumpang penerbangan berjadwal, layanan kargo udara hingga penerbangan charter. Disamping itu, Perseroan turut menjalankan langkah strategis dari aspek pengelolaan biaya melalui upaya negosiasi biaya sewa pesawat, restrukturisasi hutang, hingga implementasi efisiensi di seluruh lini operasional guna menyelaraskan tren supply and demand di masa pandemi ini.

 Baca juga: Dirut Garuda: Kami Satu-satunya BUMN yang Potong Gaji, Saya Kaget

"Pandemi Covid-19 mengantarkan industri penerbangan dunia berada pada titik terendahnya di sepanjang sejarah. Kendati berada di tengah situasi sulit, Garuda Indonesia optimistis bahwa dengan upaya pemulihan kinerja yang telah dilakukan dan dengan dukungan penuh Pemerintah serta soliditas stakeholder penerbangan, Perseroan dapat terus bertahan dan kembali bangkit”, tutup Irfan.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini