Dolar Kian Terpuruk Usai Amerika Serikat Alami Resesi

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 31 Juli 2020 07:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 31 278 2254896 dolar-kian-terpuruk-usai-amerika-serikat-alami-resesi-IoSkPVcT1X.jpg AS Alami Resesi dengan Pertumbuhan Ekonomi Minus 32%. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Kurs Dolar Amerika Serikat (AS) turun pada perdagangan Kamis, setelah Presiden Donald Trump berencana menunda Pemilihan Presiden pada November. Posisi dolar pun berada pada level terendah dalam satu dekade, karena penyebaran virus corona terus membebani ekonomi AS.

Indeks dolar terhadap sekeranjang mata uang turun 0,02% pada 93,34. Tercatat dolar AS telah turun 4,17% bulan ini atau menjadi kinerja bulanan terburuk sejak September 2010.

Baca Juga: AS Resesi dengan Pertumbuhan Minus 32%, Harga Minyak Anjlok

"Segala bentuk ketidakpastian AS, apakah ekonomi atau politik menjadi alasan untuk menekan tombol jual terhadap dolar AS," kata Analis Pasar Senior Western Union Business Solutions Joe Manimbo, dilansir dari CNBC, Jumat (31/7/2020).

Trump menulis di Twitter-nya ingin menunda pemilihan Presiden, karena pandemi virus corona. Dirinya pun ingin kasus virus corona selesai lebih dulu.

"Menunda pemilihan sampai orang dapat memilih dengan tepat, aman dan aman?" twitt Trump.

Sementara itu, data pada Kamis menunjukkan bahwa ekonomi AS mengalami kontraksi sebesar 32,9% pada kuartal kedua atau menjadi laju paling curam. AS pun mengalami resesi karena mengalami pertumbuhan ekonomi negatif dalam dua kuartal, di mana pada tiga bulan pertama perekonomian tumbuh minus 5%. 

Baca Juga: Dolar Bangkit di Tengah Ketakutan Peningkatan Kasus Covid-19

Dalam laporan terpisah, Departemen Tenaga Kerja mengatakan klaim awal untuk tunjangan pengangguran berjumlah 1.434 juta dalam pekan yang berakhir 25 Juli.

Euro berada di level tertinggi baru 22-bulan di USD1,1808, sebelum turun kembali ke USD1,1791, naik 0,01% pada hari itu. Sterling naik 0,43% menjadi USD1,13051, tertinggi sejak Maret. (feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini