Dolar Bangkit di Tengah Ketakutan Peningkatan Kasus Covid-19

Fakhri Rezy, Jurnalis · Rabu 29 Juli 2020 08:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 29 278 2253711 dolar-bangkit-di-tengah-ketakutan-peningkatan-kasus-covid-19-JDe1hHvhVT.jpg Dolar (Reuters)

NEW YORK - Dolar Amerika Serikat (AS) rebound dari level terendahnya sejak dua tahun pada perdagangan Selasa (28/7/2020) waktu setempat. Namun, pasalnya tak akan bertahan lama di tengah kenaikan kasus virus Corona atau Covid-19 di AS.

Melansir Reuters, Jakarta, Rabu (29/7/2020), indeks dolar terhadap sekeranjang mata uang naik 0,18% menjadi 93,71. Kenaikan tersebut setelah turun menjadi 93,47 pada hari Senin, terendah sejak Juni 2018.

 Baca juga: Dolar Babak Belur Terhajar Euro hingga Yen

"Saya pikir pasar hanya mengambil jeda, itu adalah aksi jual dolar yang cukup tanpa henti," kata Vassili Serebriakov, ahli strategi FX di UBS di New York.

Meluasnya penyebaran virus korona menghambat pemulihan ekonomi AS, sementara kawasan seperti Eropa tampaknya mengandung virus.

"Ekonomi global telah pulih dari COVID agak tidak merata, tetapi saya pikir basis pemulihan di tempat-tempat seperti Eropa dan Cina tampak lebih menggembirakan daripada di AS," kata Serebriakov.

Baca juga: Dolar AS Terus Merosot, Simak Penyebabnya

"Dolar adalah siklus berlawanan, jadi ketika ekonomi global mengambil dolar cenderung melemah," lanjutnya.

Florida melaporkan kenaikan satu hari dalam kematian akibat virus korona pada hari Selasa, dan kasus-kasus di Texas melewati angka 400.000.

Partai Republik di Senat AS mendorong kembali pada hari Selasa terhadap proposal bantuan koronavirus senilai USD1 triliun dari partai mereka sendiri. Sehari setelah diumumkan oleh Pemimpin Mayoritas Mitch McConnell.

Data pada hari Selasa menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen AS turun lebih dari yang diharapkan pada bulan Juli.

Euro turun 0,26% terhadap dolar menjadi USD1,1720, setelah mencapai USD1,1781 pada hari Senin, tertinggi sejak September 2018.

Dolar tetap lemah terhadap beberapa mata uang pada hari Selasa. Sterling naik 0,49% menjadi $ 1,2944, tertinggi sejak 11 Maret.(rzy)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini