Cari Pendanaan, Pertamina IPO 2 Anak Perusahaan

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Minggu 26 Juli 2020 21:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 26 278 2252424 cari-pendanaan-pertamina-ipo-2-anak-perusahaan-mMnsTj2wBo.jpg IPO (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mencatat tetap melakukan Initial Public Offering (IPO) bagi dua anak usaha mereka. Hal itu penting dilakukan karena sesuai dengan arahan dan target Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, IPO merupakan salah satu cara perusahaan mendapatkan pendanaan untuk mendukung upaya restrukturisasi dan pengembangan bisnis. Adapun belanja modal (capital expenditure/capex) Pertamina untuk 6 tahun ke depan ditaksir sebesar USD133 miliar atau sekitar Rp1.942 triliun (asumsi kurs Rp14.602).

"Kami sudah memetakan kemampuan kita itu 47% (dari total capex), 15% itu equity financing, 10% project financing, 28% ini external fund. External fund ini bisa dari berbagai cara bisa bonds, bisa pinjam ke perbankan dan bisa IPO," jelas Nicke dalam webinar, Minggu (26/7/2020).

Baca Juga: Lagi Rapat, Wakil Ketua Komisi VII Umumkan 10 Orang Positif Covid-19 di DPR

Di antara tiga opsi tadi, IPO menjadi pilihan paling menguntungkan karena memiliki akses jumlah pendanaan yang luas, tidak dibatasi tenor dan pengembaliannya (dividen) lebih fleksibel.

Berbeda dengan surat utang (bonds) dan pinjaman ke perbankan. Selain dibatasi tenor, pendanaan dari surat utang dan perbankan juga dibatasi oleh debt to equity ratio (perbandingan jumlah utang dengan ekuitas perusahaan). Semakin besar utang perusahaan, semakin besar pula debt to equity rationya, dan tentu akan berpengaruh ke kondisi keuangan perusahaan.

"Kenapa kita nggak bonds saja, ya, tapi nanti debt to equity rationya ke-hit (terpukul), dan (dana) juga harus dikembalikan. Kalau IPO lebih fleksibel karena nggak terdampak debt to equity ratio dan tidak usah mengembalikan pokok-pokok pinjaman. Sebenarnya, ada plus minusnya," ujar Nicke.

Baca Juga: Belanja Modal Tembus Rp1.826 Triliun, Bos Pertamina Bahas IPO

Nicke juga membeberkan, perusahaan minyak dan gas besar di dunia seperti Petronas, BP Energy, PTT hingga Exxon melakukan IPO anak usaha untuk mengembangkan bisnis mereka.

"Kita lihat seperti Petronas, dari lima sub holdingnya empatnya di IPO. Sama saja dengan BP, PTT, Exxon ini jadi salah satu opsi perusahaan-perusahaan untuk tumbuh dan mengembangkan usahanya," kata Nicke.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini