Investor Pemula, Begini Cara Ukur Kenaikan Harga Saham

Sabtu 25 Juli 2020 19:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 25 278 2251965 investor-pemula-begini-cara-ukur-kenaikan-harga-saham-ooIYJIdbwg.jpg IHSG (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Saat ini ada beberapa indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI) selain indeks komposit yang disebut IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) di antaranya indeks LQ45, IDX 30, SRI-KEHATI, Jakarta Islamic Index (JII), SMInfra18, PEFINDO i-Grade, Bisnis-27, IDX High Dividend 20, IDX Value30, MNC36.

Masing-masing indeks memiliki pendekatan yang berbeda dan jumlah konstituen yang berbeda-beda pula. Penggolongan indeks-indeks saham BEI dibagi ke dalam empat kelompok yaitu headline index, sectoral index, thematic index dan factor index.

Baca Juga: Daftar Saham-Saham Penghuni Baru di Indeks LQ45 dan IDX30, Cek Ya 

IDX Quality 30 masuk ke dalam kelompok factor index. Tahun ini, BEI juga akan meluncurkan indeks saham tematik yaitu indeks berbasis ESG. Indeks ini berorientasi pada perusahaan yang ramah lingkungan atau memenuhi standar environment, social, and governance (ESG).

Apa sih manfaat indeks saham? Secara sederhana, indeks saham berfungsi untuk mengukur kenaikan dan atau penurunan harga saham-saham yang konstituennya ada dalam indeks.

Umumnya, indeks acuan ini digunakan manajer investasi untuk mengelola portofolio investasi sesuai dengan daftar saham-saham dalam konstituen indeks, sehingga akan mudah mengukur pergerakannya karena akan sama dengan indeks acuannya.

Baca Juga: Indeks IDX Quality 30 pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru 

Kenaikan indeks saham selama setahun misalnya 10%, jika seorang investor memiliki portofolio yang sama dengan isi indeks tersebut, maka diharapkan dia memiliki potensial return sebesar 10% juga. Atau bisa juga sebaliknya. Jika indeks turun 5% maka potensial loss investor juga sebesar itu jika saham-saham yang dimilikinya mengikuti indeks acuannya.

Dengan adanya seleksi pemilihan saham yang ketat untuk menyusun sebuah indeks, menjadi acuan pula bagi investor untuk memilih saham-saham dengan performa yang bagus. Investor bisa memilih membeli saham-saham yang menjadi konstituen salah satu indeks saham yang sesuai. (TIM BEI)

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini