Perang Dingin Lawan China, Dolar AS Babak Belur

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Sabtu 25 Juli 2020 08:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 25 278 2251852 perang-dingin-lawan-china-dolar-as-babak-belur-KPaDnekmKW.jpg Perang AS-China (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Mata uang Safe-haven yen menguat ke level tertinggi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), sementara dolar AS merosot ke dekat level terendah dua tahun.

Pelemahan dolar AS karena selera risiko berkurang dipicu sejumlah kekhawatiran termasuk peningkatan kasus virus virus corona, penundaan dalam RUU paket stimulus AS dan mendidihnya ketegangan AS-China.

Baca Juga: Dolar AS Terus Merosot, Simak Penyebabnya 

Dolar AS mencatat penurunan mingguan terbesar dalam hampir empat bulan terhadap sekeranjang mata uang dan juga melihat persentase penurunan mingguan terbesar terhadap euro yang melonjak sejak akhir Maret.

“Hal utama pertama adalah The Fed telah menurunkan suku bunga riil ke wilayah negatif, Anda memiliki perbedaan pertumbuhan ekonomi melawan AS, jadi pada dasarnya gelombang kedua infeksi virus corona menurunkan aktivitas di seluruh negara bagian dan membebani kemungkinan rebound," kata Karl Schamotta, kepala strategi pasar di Cambridge Global Payments seperti dilansir Reuters, Jakarta, Sabtu (25/7/2020).

"Pada saat yang sama Anda memiliki tanda-tanda yang relatif positif di tempat lain di ekonomi global," ujarnya.

Federal Reserve AS dijadwalkan untuk mengadakan pertemuan kebijakan dua hari minggu depan.

Kasus virus corona di AS melewati angka 4 juta dengan menewaskan lebih dari 143.000 orang Amerika dan membuat puluhan juta kehilangan pekerjaan.

Baca Juga: Dolar Kian Terpuruk Usai AS-China Kembali Bersitegang 

Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell mengatakan pada hari Kamis bahwa Senat Republik AS akan mengungkap proposal mereka minggu depan untuk stimulus baru bantuan virus corona termasuk pembayaran lebih langsung ke Amerika dan perpanjangan sebagian dari tunjangan pengangguran yang meningkat.

Dia menambahkan bahwa pemerintah telah meminta waktu tambahan untuk meninjau rincian denda proposal.

Tunjangan pengangguran AS berakhir minggu depan dan tanpa perpanjangan tunjangan itu, jutaan orang Amerika yang menganggur akan berjuang secara besar-besaran.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan pada hari Jumat bahwa dia tidak mempertimbangkan perpanjangan sementara untuk peningkatan tunjangan pengangguran.

Dalam perdagangan sore, dolar turun 0,8% terhadap yen menjadi 105,99 yen, setelah turun menjadi 105,68 yen, terendah sejak pertengahan Maret.

Terhadap sekeranjang mata uang, dolar turun 0,4% menjadi 94,42. Sebelumnya di sesi, itu jatuh ke 94,358, terendah baru 22 bulan.

Analis mengatakan ketegangan AS dan China juga merusak dolar.

Kementerian Luar Negeri China mengatakan kepada kedutaan besar AS pada Jumat pagi untuk menutup konsulatnya di kota Chengdu, setelah Washington memerintahkan penutupan konsulat China di Houston, yang disebut para pejabat AS salah satu pelanggar terburuk dalam hal spionase Tiongkok di Amerika Serikat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini