Wall Street Menguat Usai Uni Eropa Sepakati Dana Stimulus Pemulihan Ekonomi

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 22 Juli 2020 07:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 22 278 2250121 wall-street-menguat-usai-uni-eropa-sepakati-dana-stimulus-pemulihan-ekonomi-kXMYwvkiK4.jpg Wall Street. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street menguat pada perdagangan Selasa waktu setempat. Selama sesi perdagangan, para investor pada indeks S&P 500 secara perlahan beralih ke saham siklus yang sensitif secara ekonomi.

Pasar juga optimis bahwa Washington akan memberikan stimulus baru untuk mempertahankan pemulihan ekonomi AS dari resesi yang disebabkan oleh pandemi.

Saham-saham finansial, industri, dan energi memberikan dorongan terbesar bagi para pemimpin pasar S&P 500 dan blue-chip Dow karena para investor berputar kembali ke saham siklus. Sementara itu terjadi penurunan saham teknologi sehingga Nasdaq berakhir lebih rendah.

Baca Juga: Hasil Uji Coba Vaksin Corona Bikin Wall Street Meroket

Dow Jones Industrial Average naik 159,53 poin atau 0,6% menjadi 26.840,4. S&P 500 naik 5,46 poin atau 0,17% menjadi 3.257,3 dan Nasdaq Composite turun 86,73 poin, atau 0,81% menjadi 10.680,36.

Bursa saham mencatat, S&P 500 telah pindah ke wilayah positif tahun ini atau naik 0,8%. Sementata Nasdaq telah naik 19% sejak 1 Januari, sedangkan Dow tetap turun 6%.

"Daerah sensitif secara ekonomi berjalan sangat baik hari iniini. Dugaan saya karena stimulus di sini dan di Eropa dan laporan pendapatan yang layak dari berbagai perusahaan yang berbeda," kata Pesiden Chase Investment Counsel Charlottesville Peter Tuz, dilansir dari Reuters, Rabu (22/7/2020).

Baca Juga: Menanti Stimulus Fiskal Tambahan, Wall Street Bergerak Dua Arah

Ketika infeksi baru Covid-19 melonjak di Amerika Serikat, anggota parlemen di Capitol Hill bergulat membuat paket stimulus baru dalam waktu kurang dari dua minggu. Ini dilakukan untuk bantuan pengangguran yang diperpanjang bagi jutaan orang Amerika.

Di tempat lain, 27-anggota Uni Eropa mencapai kesepakatan pada rencana pemulihan pandemi dengan dana besar USD857 miliar. Kesepakatan tersebut menjadi kesimpulan dari pertemuan selama lima hari.

Dari 11 sektor utama dalam S&P 500, tujuh mengakhiri sesi dengan menguat. Perusahaan energi .SPNY naik 6,2% atau mengalami lompatan terbesar sejak 5 Juni, karena harga minyak mentah CLc1 naik di tengah tanda-tanda rebound permintaan.

Musim pelaporan kuartal kedua bergulir, dengan 58 konstituen S&P 500 telah melaporkan. Dari mereka, 77,6% telah datang di atas konsensus, menurut data Refinitiv.

Saham Coca-cola Co (KO.N) naik 2,3% setelah pembuat minuman mengalahkan estimasi pendapatan dan permintaan membaik. Industri pertahanan Lockheed Martin Corp (LMT.N) melampaui estimasi konsensus triwulanan dan menaikkan estimasi laba.

Tesla Inc (TSLA.O) turun 4,5%, mundur dari rekor penutupan tertinggi setelah JPMorgan Chase menurunkan peringkat saham pembuat mobil listrik itu menjadi "performa pasar". (feb)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini