BEI Sebut 19 Perusahaan Rencanakan Listing di Bursa, Sektor Apa Saja?

Aditya Pratama, Jurnalis · Minggu 19 Juli 2020 14:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 19 278 2248756 bei-sebut-19-perusahaan-rencanakan-listing-di-bursa-apa-saja-sCU16Gxqae.jpg Saham (Shutterstock)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pertengahan tahun 2020, dampak pandemi Covid-19 memberikan pengaruh terhadap perekonomian secara global. Tidak terkecuali Pasar Modal.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna mengatakan, hampir seluruh kinerja indeks Bursa Global mengalami penurunan. Di mana, turut diikuti penurunan nilai kapitalisasi pasar sahamnya.

 Baca juga: BUMN dan Anak Usaha Batal IPO karena Corona, Ini Kata BEI

Namun, Nyoman menyebut pandemi Covid-19 tidak begitu saja menyurutkan minat perusahaan di Indonesia untuk masuk ke pasar modal atau Initial Public Offering (IPO). Bahkan, sampai dengan tanggal 10 Juli 2020 terdapat 19 perusahaan yang berencana akan melakukan pencatatan saham di bursa.

"Sembilan perusahaan dari sektor trade, service and investment, tiga perusahaan dari sektor property, real estate dan building construction, dua perusahaan dari sektor consumer good industry, dua perusahaan dari sektor agriculture, tiga perusahaan lainnya merupakan perusahaan yang bergerak pada sektor basic industry & chemicals, infrastructure utilities & transportation, serta finance," ujar Nyoman saat dihubungi, Minggu (19/7/2020).

 Baca juga: IPO, Cashlez Resmi Melantai di BEI Hari Ini

Selain itu, Nyoman menyebut bahwa saat ini terdapat 30 penerbit yang akan menerbitkan 36 emisi obligasi/sukuk yang berada dalam pipeline di BEI.

Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh EY melalui Global IPO Trend: Q2 2020 yang dirilis pada 29 Juni 2020, BEI memperoleh peringkat nomor 1 di ASEAN terkait penambahan jumlah perusahaan tercatat melalui IPO di periode sampai dengan Juni 2020.

"Bila dibandingkan dengan tahun lalu maka jumlah perusahaan tercatat mengalami peningkatan sebesar 59 persen dan total nilai penawaran umum mengalami peningkatan sebesar 40 persen," kata dia.

Dia menyebut, saat ini tren pasar saham di semester 2 pada tahun 2020 masih menunjukan tingginya minat dari perusahaan untuk melakukan IPO. Pihaknya berharap, dengan kondisi saat ini ke depannya situasi akan semakin kondusif sehingga dapat menambah keyakinan perusahaan untuk dapat menggalang dana melalui pasar modal.

(rzy)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini