Ada Covid-19, Bos BRI Justru Manfaatkan Situasi sebagai Strategi Akselerasi

Rani Hardjanti, Jurnalis · Jum'at 05 Juni 2020 15:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 05 278 2225104 ada-covid-19-bos-bri-justru-manfaatkan-situasi-sebagai-strategi-akselerasi-cyynsPB5D1.jpg Bos BRI soal Covid-19 (Foto: Okezone)

JAKARTA - Covid-19 turut menggoyang perbankan. Namun, PT Bank BRI Tbk (BBRI) justru percaya diri karena strategi yang disiapkan sebelumnya telah sejalan dengan kondisi wabah corona yang mengandalkan pendekatan teknologi digital.

Menurut Direktur Utama Bank BRI Sunarso, dirinya tidak kaget dengan situasi covid-19, sebab bank pelat merah ini telat menancapkan diri pada strategi digital, baik secara infrastruktur maupun instrumen perbankan.

Baca Juga: BRI Terapkan WFH 50% di Cabang Zona Merah

Bahkan, Sunarso sudah mendapati hikmah dari krisis Covid-19, di mana semua mengharuskan kerja dari rumah, remote area dengan tidak tatap muka.

"Rasanya krisis ini merupakan akselator transformasi terutama digital," ujarnya dalam Halal Bihalal Bank BRI yang dilakukan secara daring, Jumat (5/6/2020).

Baca Juga: BRI Setor Dividen ke Negara Rp11,7 Triliun

Krisis ini, lanjutnya, sejalan dengan transformasi BRI di area digital. Sebagai bank dengan aset terbesar, BRI terus mengoptimalisasikan digital, salah satunya dengan menerapkan digital office.

Sunarso menegaskan, BRI juga akan mempertajam segmen kredit pada platform digital bisnis di sektor UMKM. Sementara untuk industri akan fokus ke sektor dengan penyediaan bahan pangan, pertanian, obat-obatan dan alat kesehatan.

"Distribusinya pun sudah lebih digital. Kami menggunakan platform e-commerce. Sehingga pelaku usaha bisa melakukan assesment secara mandiri dan terkoneksi dengan jaringan market," ujarnya.

Strategi tersebut pun ditegaskan Sunarso dalam memiliki target yang realistis. Di mana Loan growth tumbuh 5%, rasio likuiditas 90%, Net Interest Margin (NIM) akan mengalami penurunan namun terukur dengan proyeksi di angka 5,5%, fee based income 7%, capital expanditure (capex) tumbuh 9%, non performing loan (NPL) 3%.

"Ini ambisi dan aspirasi yang cukup baik," tegasnya.

Sebelumnya, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank BRI menyetujui untuk membagikan dividen sebesar 60% dari laba bersih atau sekitar Rp20,6 triliun atau sekitar Rp168,1 per lembar saham.

Angka ini naik 27,2% dibandingkan dengan dividen yang dibagikan BRI pada tahun lalu sebesar Rp16,2 triliun atau sekitar Rp132,2 per lembar saham. Sedangkan Earning Per Share (EPS) perseroan di tahun 2019 sebesar Rp279, naik 6,1% dibandingkan EPS tahun 2018 sebesar Rp263.

Selama 2019, BRI membukukan laba bersih sebesar Rp34,4 triliun atau tumbuh 6,2% dari tahun sebelumnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini