Bos BI Pede Rupiah Akan Terus Menguat, Ini Alasannya

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 05 Juni 2020 15:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 05 278 2225095 bos-bi-pede-rupiah-akan-terus-menguat-ini-alasannya-xQVydIrgoZ.jpg Perry Warjiyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menunjukan penguatan. Bahkan, hari ini menembus di bawah level Rp14.000 per USD.

Gubernur Bank Indonesia Perry warjiyo mengatakan, Rupiah masih undervalue. Bahkan akan terus berpotensi menguat.

 Baca juga: Menguat ke Rp13.900/USD, Gubernur BI Beberkan Indikator Penopang Rupiah

"Ke depannya Rupiah masih berpotensi menguat," ujarnya dalam telekonferensi, Jakarta, Jumat (5/6/2020).

Dirinya menjelaskan, Rupiah yang masih undervalue dan berpotensi menguat setelah melihat dari indikator premi risikonya. Di mana, premi risikonya sudah menurun namun masih belum kembali seperti sebelum wabah virus Corona atau Covid-19.

 Baca juga: Gubernur BI: Rupiah Sudah Tembus di Bawah Rp14.000/USD

"Indikator premi risiko yang saya sebut CDS (credit default swap) itu sekarang kurang lebih 126," ujarnya.

Dirinya menjelaskan, CDS Indonesia tertinggi sempat menyentuh level 245. Akan tetapi, sebelum wabah, CDS Indonesia berada di level 66-68.

"Sehingga premi risiko tentu saja jika melihat pasca Covid-19 insya Allah akan lebih rendah 126, dan dengan premi risiko ini akan mendukung nilai tukar rupiah menguat potensi akan ada, insya Allah," ujarnya

Sebelumnya, Nilai tukar Rupiah saat ini sudah menembus di bawah level Rp14.000 per USD. Rupiah berada di kisran Rp13.900-an per USD.

"Nilai tukar rupiah Alhamdulillah sore ini sudah tembus di bawah Rp14.000 per USD, ini adalah rahmat Allah SWT, doa yang maha kuasa bagi kita semua," ujar Perry.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini