Menguat ke Rp13.900/USD, Gubernur BI Beberkan Indikator Penopang Rupiah

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 05 Juni 2020 15:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 05 278 2225086 menguat-ke-rp13-900-usd-gubernur-bi-beberkan-indikator-penopang-rupiah-BeufYFDeAC.jpg Rupiah (Reuters)

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah kembali ke level Rp13.900-an per USD. Mata uang Garuda terus mengalami perbaikan selama masa wabah virus Corona atau Covid-19.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bahwa Rupiah sudah di bawah level Rp14.000 per USD. Hal ini sejalan dengan beberapa indikator yang terpantau.

 Baca juga: Gubernur BI: Rupiah Sudah Tembus di Bawah Rp14.000/USD

"Alhamdulillah (Rupiah) terus menunjukan penguatan sejalan dengan pandangan-pandangan kami," ujarnya dalam telekonferensi, Jakarta, Jumat (5/6/2020).

Dirinya menjabarkan, Rupiah masih undervalue dengan beberapa indikator yang terpantau. Pertama terlihat dari perhitungan inflasi.

"Inflasi kita rendah," ujarnya.

 Baca juga: Ditutup Menguat, Rupiah Setop di Rp14.095/USD

Selain itu, lanjutnya, defisit transaksi berjalan pun masih rendah. Apalagi, perbedaan suku bunga luar dan dalam negeri cukup tinggi.

"Tentu saja (pengaruh) premi risiko Indonesia meskipun menurun tapi belum kembali sebelum covid-19," ujarnya.

Sebelumnya, Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami perbaikan. Hal ini sejalan dengan mulai meredanya tekanan virus corona atau wabah Covid-19.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa nilai tukar Rupiah saat ini sudah menembus di bawah level Rp14.000 per USD. Rupiah berada di kisran Rp13.900-an per USD.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini