Telkom Catat Laba Tahun Berjalan Naik 3,5% ke Rp18,66 Triliun di 2019

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 27 Mei 2020 13:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 27 278 2220314 telkom-catat-laba-tahun-berjalan-naik-3-5-ke-rp18-66-triliun-di-2019-yWYhHMRM6t.jpg Akuntan (Shutterstock)

JAKARTA - PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencatat laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp18,66 triliun. Di mana, laba tersebut tumbuh 3,5% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp18,03 triliun.

Di tengah kondisi industri yang disruptive dan penuh tantangan serta persaingan yang ketat, Telkom sepanjang tahun 2019 berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp135,57 trilliun tumbuh positif sebesar Rp 4,78 triliun atau 4,78% dibanding tahun 2018. Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi (EBITDA) Perseroan tahun 2019 tercatat Rp 64,83 triliun tumbuh 9,5% dan 3,5%.

Digital Business Telkomsel dan IndiHome tumbuh signifikan dan menjadi kontributor utama pertumbuhan Perseroan.

 Baca juga: Pelanggan Telkom Bakal Terpengaruh Dampak Tutup 20 Anak Usaha?

“Pencapaian sepanjang 2019 menunjukkan bahwa Telkom berada pada jalur yang tepat untuk menjadi Digital Telecommunication Company dan berkomitmen tinggi dengan memperkuat kapabilitas bisnis digital untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan memberikan pengalaman digital yang terbaik bagi pelanggan dan masyarakat Indonesia,” ungkap Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengutip keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (27/5/2020).

Pada segmen Mobile, Telkom melalui entitas anak Telkomsel, masih mengukuhkan diri sebagai operator dengan basis pelanggan terbesar di Indonesia, yaitu 171,1 juta pelanggan dengan pengguna mobile data tercatat sebanyak 110,3 juta pelanggan. Semakin besarnya kebutuhan layanan data di tengah masifnya gaya hidup digital, telah mendorong trafik data tumbuh sebesar 53,6% menjadi 6.558 petabyte.

 Baca juga: Telkom, Garuda hingga Pertamina Tutup Sejumlah Anak Usaha, Bagaimana Nasib Karyawan?

Sebagai hasilnya, Pendapatan Digital Business Telkomsel tumbuh cukup signifikan sebesar 23,1% atau Rp10,94 triliun. Di mana secara absolut pertumbuhan pendapatan Digital Business tersebut tercatat sebagai pertumbuhan tertinggi secara industri di tahun 2019.

Sehingga pendapatan Digital Business Telkomsel menjadi Rp58,24 triliun. Hal ini sekaligus menjadi katalis dalam pergeseran bisnis Legacy ke layanan Digital Business.

Kontribusi pendapatan dari Digital Business meningkat menjadi 64% dari total pendapatan Telkomsel, dari 53% pada tahun sebelumnya, seiring dengan pengembangan berbagai Digital Services. Telkomsel juga berhasil melakukan pengendalian biaya dengan baik, sehingga mampu meningkatkan EBITDA margin menjadi 54,0% dari sebelumnya 53,2%.

Di segmen Consumer, IndiHome terus melanjutkan momentum positif dan menjadi pendorong pertumbuhan Perseroan. IndiHome mencatat kenaikan pendapatan signifikan sebesar 28,1% menjadi Rp18,3 triliun.

 Baca juga: Buyback Saham Mulai Hari Ini, Telkom Siapkan Rp1,5 Triliun

Jumlah pelanggan IndiHome tumbuh 37,2% jika dibanding akhir 2018 menjadi 7 juta pelanggan pada akhir 2019. Pencapaian ini semakin mengukuhkan IndiHome sebagai market leader bisnis fixed broadband di Indonesia.

Profitabilitas IndiHome juga semakin baik dengan EBITDA margin mencapai 33,9%, mendekati standar profitabilitas global.

Total belanja modal Perseroan pada tahun 2019 tercatat sebesar Rp36,59 triliun atau 27,0% dari total pendapatan. Belanja modal tersebut terutama digunakan untuk meningkatkan kapabilitas digital dengan terus membangun infrastruktur broadband yang meliputi BTS 4G LTE, jaringan akses serat optik ke rumah, jaringan backbone serat optik bawah laut dan terestrial, serta sebagian juga untuk keperluan bisnis menara.

“Kami sadari bahwa kondisi saat ini menjadi tantangan untuk semua pihak, tak terkecuali Telkom. Melalui berbagai segmen bisnis kami, Telkom terus berupaya untuk mengembangkan berbagai layanan digital berbasis smart platform seperti Cloud, Big Data dan IoT (Internet of Things) sesuai kebutuhan para pelanggan dalam upaya memberikan pengalaman terbaik. Kami berkeyakinan bahwa lini bisnis digital merupakan pendorong pertumbuhan bagi Telkom di masa mendatang”, demikian jelas Ririek.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini