Dolar Anjlok Imbas The Fed Pertahankan Suku Bunga Acuan AS

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 30 April 2020 08:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 30 278 2207033 dolar-anjlok-imbas-the-fed-pertahankan-suku-bunga-acuan-as-7bqpV4TqvJ.jpg Dolar (Reuters)

NEW YORK - Dolar Amerika Serikat (AS) terjatuh pada perdagangan Rabu (29/4/2020) waktu setempat. Hal ini dikarenakan Federal Reserve (The Fed) tak merubah suku bunga bank.

Melansir Reuters, Jakarta, Kamis (30/4/2020), indeks dolar terhadap sekeranjang mata uang turun 0,32% menjadi 99,544. Tetapi bertahan di atas terendah dua minggu di 99,44 yang dicapai pada hari Selasa.

 Baca juga: Dolar AS Melemah Menanti Hasil Rapat The Fed

"Federal Reserve berkomitmen untuk menggunakan berbagai alat untuk mendukung ekonomi AS di masa yang penuh tantangan ini, dengan demikian mempromosikan lapangan kerja maksimum dan tujuan stabilitas harga," kata bank sentral dalam sebuah pernyataan di akhir kebijakan dua hari. pertemuan.

Ahli strategi makro global senior di State Street Global Market,s Marvin Loh mengatakan, The Fed dinilai tidak ingin mengecewakan pasar. "Mereka berusaha keras untuk mengatakan bahwa mereka akan terus melakukan apa yang mereka lakukan, "kata Marvin.

 Baca juga: Dolar AS Melemah di Tengah Ketidakpastian Stimulus Eropa

Dolar telah melemah lebih dari 3% setelah mencapai puncak lebih dari tiga tahun di 102,99 pada akhir Maret karena bank sentral global meluncurkan langkah-langkah stimulus besar-besaran untuk melindungi ekonomi dari pandemi coronavirus.

Pernyataan The Fed muncul setelah data sebelumnya pada hari Rabu menunjukkan bahwa ekonomi AS mengalami kontraksi pada kuartal pertama.

Departemen Perdagangan mengatakan produk domestik bruto turun pada tingkat tahunan 4,8% pada periode Januari-ke-Maret setelah berkembang pada tingkat 2,1% dalam tiga bulan terakhir 2019.

 Baca juga: Indeks Dolar Menguat karena Ketidakpastian Stimulus Ekonomi di Eropa

Greenback juga melemah pada peningkatan sentimen risiko setelah Gilead Sciences mengatakan remdesivir obat antivirus eksperimental membantu meningkatkan gejala pada pasien COVID-19 yang diberi obat lebih awal.

Itu menambah optimisme bahwa bisnis di seluruh dunia lebih dekat dengan pembukaan kembali.

“Kami melihat semakin banyak obrolan tentang ekonomi yang terbuka di seluruh dunia, sehingga itu akan menyarankan bahwa reboot ekonomi global dapat terjadi lebih cepat daripada nanti,” kata Manimbo.

Dolar Australia, yang dipandang sebagai proksi untuk pertumbuhan global, melonjak 0,83% menjadi USD0,6544. Ini sebelumnya mencapai USD0,6551, tertinggi sejak 10 Maret.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini