Tutup Utang Obligasi USD500 Juta, Garuda Cari Pinjaman Perbankan

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 29 April 2020 14:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 29 278 2206663 tutup-utang-obligasi-usd500-juta-garuda-cari-pinjaman-perbankan-5t1F7HaHF2.jpg Obligasi Utang. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) melakukan berbagai upaya untuk melanjutkan bisnis karena terdampak virus corona atau covid-19. Salah satunya melakukan relaksasi keuangan.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, untuk relaksasi keuangan, perseroan tengah mengajukan financing dari perbankan dalam dan luar ataupun melalui pinjaman. Opsi ini tengah dikaji untuk pemenuhan obligasi jatuh tempo senilai USD500 juta yang akan jatuh tempo pada Juni 2020.

"Jadi kita ajukan permintaan bantuan ke perbankan," ujarnya dalam rapat virtual dengan Komisi VI DPR, Jakarta, Rabu (29/4/2020).

Selain itu, Garuda juga melakukan pengajuan penundaan pembayaran atas kewajiban perbankan yang jatuh tempo. Perseroan juga meminta insentif kepada pemerintah untuk menjaga keberlanjutan bisnis perseroan.

Baca Juga: Garuda Tunda Pembayaran Gaji Karyawan dan Direksi karena Covid-19

"Pengajuan insentif dan fasilitas perpajakan (tax holiday) dari pemerintah," ujarnya.

Sementara itu, karena angkutan komersil dilarang utamanya pada domestik. Garuda optimaliasi layanan kargo udara.

"Kami berhasil mendapat persetujuan untuk memperbolehkan kargo diletakan di atas bangku penumpang pesawat. Dengan asumsi dasar setiap kursi tiga diletakan beban 210 kilogram. Di mana asumsi yang tadsinya satu kursi untuk orang berat badannya 75 kg, sehingga maksimal barang yang ditaruh kurang lebih 210 kg," tuturnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini