Harganya Terus Anjlok, Saham HRME Dipantau Bursa Efek

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 14 April 2020 10:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 14 278 2198818 harganya-terus-anjlok-saham-hrme-dipantau-bursa-efek-zeJpSPFGVP.jpg (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukan saham PT Menteng Heritage Realty Tbk (HRME) ke dalam saham yang mengalami pergerakan di luar kebiasaan atau unusual market activity (UMA).

"Dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi penurunan harga saham HRME yang di luar kebiasaan," ungkap Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI Irvan Susandy dan Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Lidia M Panjaitan dalam pengumuman tertulisnya, Selasa (14/4/2020).

BEI telah meminta konfirmasi kepada Perusahaan Tercatat pada tanggal 13 April 2020. Sampai saat ini, Bursa masih menunggu jawaban atas volatilitas dari perseroan.

 

Dia melanjutkan, informasi terakhir mengenai Perusahaan Tercatat adalah informasi tanggal 10 April 2020 yang dipublikasikan melalui website Bursa terkait laporan bulanan registrasi pemegang efek.

Saham HRME berada di posisi Rp348 pada akhir perdagangan 13 April 2020. Pada perdagangan 23 Januari 2020, harga saham ini berada di Rp1.040, sejak itu harga saham ini terus mengalami penurunan.

Sebagai informasi, sebelumnya bursa telah mengumumkan, penghentian Sementara Perdagangan terhadap saham HRME di Pasar Reguler dan Tunai pada tanggal 26 Juli 2019 dalam rangka Cooling Down. Saham ini juga telah masuk kategori UMA pada tanggal 23 April 2019 atas perdagangan saham HRME.

"Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham HRME tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," jelas dia.

Oleh karena itu para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban perseroan atas permintaan konfirmasi bursa dan mencermati kinerja perusahaan dan keterbukaan informasinya.

Lalu mengkaji kembali rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS. Serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

"Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundangundangan di bidang Pasar Modal," jelas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini