IHSG Meroket 10%, Gubernur BI: Kepanikan Global Turun

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 26 Maret 2020 15:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 26 278 2189374 ihsg-meroket-10-gubernur-bi-kepanikan-global-turun-sRXUyi8RCe.jpg Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo buka suara terkait penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini.

Hingga perdagangan saat ini, IHSG meroket 10% ke 4.349,12. IHSG naik 411 poin atau 10,45%.

Perry mengatakan, penguatan di pasar saham pada hari ini cukup signifikan hingga mendekati 10%. Hal ini menjadi angin segar bagi para pelaku pasar setelah dua pekan terakhir IHSG mengalami tekanan-tekanan karena kepanikan pasar keuangan global.

Menurut Perry, meroketnya IHSG pada hari ini tidak terlepas dari perbaikan para pasar saham global. Perry menambahkan, menguatnya IHSG menunjukan kepanikan di pasar saham mulai menurun.

"Penguatan IHSG cukup signifikan. Dua minggu lalu terjadi tekanan kepanikan pasar keuangan global. Banyak saham hari ini sebagian besar warna hijau. Artinya mengalami perbaikan atau kenaikan harga," ujarnya dalam telekonferensi, Kamis (26/3/2020)

Menurut Perry, sentiman positif di pasar saham global juga tidak lepas dari perkembangan positif terkait penaganan virus corona (Covid-19) di beberapa negara termasuk Indonesia. Salah satu contohnya saja Amerika Serika yang menyetujui usulan paket stimulus fiskal sebesar USD2 triliun.

Adapun dari USD2 triliun itu dialokasikan untuk bidang kesehatan sebesar USD110 miliar. Sementara untuk sektor UMKM, tenaga kerja dan dunia usaha masing masing USD350 miliar, USD250 miliar dan USD500 miliar.

Sementara itu dari sisi moneter, Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed pun mengambil langkah ekstrim dengan menurunkan suku bunga acuannya sebesar 100 bps hingga mendekati 0%. Langkah ini juga bahkan diikuti oleh Bank Sentral lainnya termasuk Bank Indonesia.

Hal ini terbukti dengan menghijaunyua Wall Street setelah dalam beberapa pekan selalu lesu. Saham Dow Jones menguat 2,4%, lalu S&P di atas 1% serta saham-saham di negara emerging market lainnya yang juga menguat.

"Dan apa yang kita alami di pasar keuangan Indonesia tidak terpisah dari kondisi pasar keuangan dunia," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini