Rupiah Anjlok ke Rp16.000/USD Dipicu Ketidakjelasan Penanganan Virus Korona?

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 21 Maret 2020 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 21 278 2186804 rupiah-anjlok-ke-rp16-000-usd-dipicu-ketidakjelasan-penanganan-virus-korona-vrFhQFsEbu.jpg Rupiah (Okezone)

JAKARTA - Pelemahan nilai tukar rupiah disebut-sebut karena kurang tegasnya pemerintah dalam mengambil keputusan dalam penanganan kasus virus corona ini. Asal tahu saja, saat ini nilai tukar rupiah berada di level Rp16.273 per USD.

Pengamat Ekonomi Indef Bhima Yudhistira mengatakan, salah satu kebijakan yang membuat bingung adalah keputusan untuk lockdown di beberapa daerah. Menurutnya, para pelaku pasar dibuat bingung dengan ketidakjelasan masalah lock down ini.

 Baca juga: Sempat Ambyar ke Rp16.273/USD, Ini Cara BI Perkuat Rupiah

"Soal maju mundurnya lockdown atau karantina wilayah cukup membingungkan pelaku pasar," ujarnya saat dihubungi Okezone, Sabtu (21/3/2020).

Menurut Bhima, jika memang keputusan lockdown harus diambil, maka akan jauh lebih baik dan membuat pasar tenang. Asalkan, pemerintah juga harus menyiapkan antisipasi dari keputusan lockdown tersebut.

 Baca juga: Rupiah Anjlok hingga Rp16.000, Sama dengan Krisis 1998?

"Kalau mau lockdown jangan tanggung. tetapkan antisipasinya. Ini kan enggak, pasar dibuat bingung dengan kebijakan pemerintah soal penanganan virus corona," jelasnya.

Bhima juga meminta kepada pemerintah untuk bergerak cepat dalam menyelesaikan kasus virus corona ini. Karena jika masih berlanjut dan penanganannya cenderung lambat, rupiah bisa terperosok lebih jauh hingga Rp17000 per USD.

"Sangat mungkin rupiah menembus level baru di 17.000 karena melihat fundamental kita sedang bermasalah. Penanganan virus corona yang lambat dan wacana lockdown maju mundur buat khawatir investor," jelasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini