IHSG Sepekan Anjlok 10,7% ke 4.907

Vania Halim, Jurnalis · Sabtu 14 Maret 2020 10:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 14 278 2183203 ihsg-sepekan-anjlok-10-7-ke-4-907-8a7ahdAcoF.jpg Ilustrasi: Pergerakan IHSG (Foto Shutterstock)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat selama sepekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 10,75% ke level 4.907,571 dari 5.498,540 pada pekan yang lalu.

Baca Juga: Asing Cetak Aksi Jual Bersih Rp575,8 Miliar di Pasar Saham

Untuk nilai kapitalisasi pasar selama sepekan juga turun 10,68% menjadi Rp5.678,279 triliun dari Rp6.356,910 triliun pada pekan sebelumnya.

"Rata-rata frekuensi transaksi harian juga turun 2,05% sebesar 472.770 ribu kali transaksi dari 482.673 ribu kali transaksi pada penutupan perdagangan minggu lalu," kata Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (14/3/2020).

Baca Juga: IHSG Sempat Turun 5,23% ke Level Terendah Hari Ini di 4.639

Sementara itu, selama sepekan, rata-rata nilai transaksi harian mengalami kenaikan sebesar 11,70% menjadi Rp7.821 triliun dari Rp7.002 triliun pada pekan sebelumnya. Kemudian, kenaikan juga dialami oleh rata-rata volume transaksi sebesar 7,34% menjadi 6.330 miliar unit saham dari 5.897 miliar unit saham pada pekan sebelumnya.

Investor asing pada hari ini mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp575,84 miliar, sedangkan sepanjang tahun 2020, jual bersih asing tercatat sebesar Rp7,783 triliun.

Sebelumnya, virus korona memberi dampak besar terhadap perekonomian global. Mulai dari harga minyak, pasar saham hingga nilai tukar berbagai negara melemah akibat virus yang telah menewaskan ribuan orang tersebut.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai, sekarang ini pasar keuangan dunia memang mengalami guncangan. Hal itu pun tak dipungkiri berimbas juga pada Indonesia, seperti anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 5% yang membuat trading halt.

"Kepanikan. Kita tidak bisa melawan kepanikan global ini," kata Jokowi di Bandara Soetta, Tangerang, Banten, Jumat.

Namun tidak melawan, kata Jokowi, bukan berarti pemerintah dan lembaga terkait diam saja. Dirinya sudah menginstruksikan kepada pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan untuk selalu memantu dan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang cepat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini