Masker hingga Sembako Mahal, Jakarta dan Surabaya Dalam Pantauan Satgas Pangan

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 03 Maret 2020 17:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 03 278 2177596 masker-hingga-sembako-mahal-jakarta-dan-surabaya-dalam-pantauan-satgas-pangan-AoTEzLvPSV.jpg Waspada Virus Korona. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Pangan buka suara terkait mahalnya sejumlah masker, cairan pembersih tangan (hand sanitizer) dan juga sejumlah bahan pokok. Pasalnya, kenaikan harga ini cukup membuat kisruh masyarakat sehingga melakukan aksi panic buying.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pangan Daniel Tahi Monang Silitonga mengatakan, ada sejumlah daerah yang melakukan penimbunan bahan pokok, masker hingga cairan pembersih tangan atau hand sanitezer. Misalnya adalah daerah Jakarta dan Surabaya.

Baca Juga: Mahfud MD Minta Masyarakat Tak Panic Buying, Stok Sembako Cukup

"Sampai saat ini ada beberapa daerah melakukan pemeriksaan di Jakarta dan Surabaya dan ini masih batas di pemeriksaan dan mereka sudah membeli bahan barang ini dengan harga mahal yang di atas harga eceran tertinggi (HET)," ujarnya saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Menurut Daniel, jika ada pedagang yang tertangkap menaikkan harga seenaknya di atas HET maka pihaknya akan melakukan tindakan. Hanya saja, dirinya tidak menyebutkan tindakan yang akan dilakukan kepada para pedagang tersebut.

Baca Juga: Panic Buying, Mendag Imbau Belanja Sesuai Kebutuhan

“Apabila kita temukan ada permainan distributor atau pedagang yang mempermainkan akan dilakukan penindakan,” jelasnya.

Ke depan lanjut Daniel, pihaknya akan melakukan pengawasan di daerah-daerah untuk memantau harga agar tetap terkendali. Sehingga dirinya meminta kepada masyarakat untuk tenang dan tidak melakukan panic buying.

"Semua hasil pengecekan kita di lapangan masih keadaan terkendali, keadaan pangan masih terkendali dan terkontrol, pasokan masih ada dan distribusi masih terlaksana dengan baik," jelasnya.

Selain itu lanjut Daniel, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan para asosiasi di daerah. Koordinasi dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok kebutuhan pokok yang ada di daerah-daerah.

"Kami langsung koordinasi untuk mengecek ketersediaan pangan dan pasokan pasokan terhadap seluruh retel, seluruh pasar yang ada," jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini