Investor Kabur ke Emas, Wall Street Dibuka Anjlok hingga 2,5% di Awal Pekan

Irene, Jurnalis · Senin 24 Februari 2020 21:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 24 278 2173528 investor-kabur-ke-emas-wall-street-dibuka-anjlok-hingga-2-5-di-awal-pekan-vQktrhVI6I.jpg Wall Street (Reuters)

NEW YORK - Wall Street dibuka anjlok pada awal pekan ini. Kejatuhan bursa saham AS dikarenakan investor bergegas ke aset safe haven dikarenakan lonjakan kasus Virus corona atau Covid-19.

Melansir Reuters, Jakarta, Senin (24/2/2020), Dow Jones turun 752 poin atau 2,59%, sedangkan S&P 500 turun 82,5 poin atau 2,47%. Sementara itu, Nasdaq turun 261,75 poin atau 2,77%.

 Baca juga: Wall Street Anjlok Imbas Sektor Teknologi 'Terserang' Virus Korona

Indeks saham utama Wall Street telah naik ke rekor tertinggi minggu lalu di tengah optimisme bahwa ekonomi global akan dapat pulih kembali setelah terpukul awal. Namun, awal pekan ini ada tanda Pembalikan kurva di mana memicu resesi klasik.

Investor mencari investasi yang lebih aman seperti emas, membuat emas naik ke level tertinggi tujuh tahun dan inversi antara imbal hasil Treasury 3-bulan dan 10-tahun semakin dalam. Kenaikan ini seiring meningkatnya kasus di Iran, Italia, dan Korea Selatan pada akhir pekan menambah kekhawatiran akan pandemi.

 Baca juga: Wall Street Jatuh Imbas Anjloknya Saham Microsoft hingga Amazon

Saham Bank of America Corp, Citigroup Inc, JPMorgan Chase & Co, Goldman Sachs, Wells Fargo & Co, dan Morgan Stanley kehilangan sensitifitas antara 2,1% dan 3,7% dalam perdagangan premarket.

Dow Jones Industrial Average diindikasikan untuk membuka 700 poin lebih rendah, dengan semua 30 anggota blue-chip diperdagangkan di premarket merah.

 Baca juga: Apple Prediksi Pendapatannya Turun, 2 Indeks Wall Street Anjlok

Saham teknologi pertumbuhan tinggi juga jatuh. Apple Inc turun 3,6% karena data menunjukkan penjualan smartphone di China anjlok lebih dari sepertiga di Januari.

Pembuat chip termasuk Advanced Micro Devices Inc, Micron Technology Inc dan Nvidia Corp, yang sangat bergantung pada China untuk pendapatan, merosot antara 6,3% dan 7,2%.

Indeks Volatilitas CBOE, sebuah barometer dari volatilitas pasar saham jangka pendek yang diharapkan, melonjak ke level tertinggi enam bulan.

Di titik terang, Gilead Sciences Inc, yang antivirusnya remdesivir telah menunjukkan janji pada monyet yang terinfeksi oleh coronavirus terkait, naik 2,9%.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini