Belum Bayar Denda, Suspensi 7 Saham Ini Diperpanjang

Vania Halim, Jurnalis · Jum'at 21 Februari 2020 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 21 278 2171945 belum-bayar-denda-suspensi-7-saham-ini-diperpanjang-t1gWjvqQa4.jpg Saham (Shutterstock)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan atau suspensi beberapa saham. Tak tanggung-tanggung, hari ini ada sekira 7 emiten yang disuspensi.

Suspensi ini berkenaan dengan kewajiban perusahaan tercatat untuk pelaksanaan public Expose tahun 2019. Di mana, sesuai dengan ketentuan V1 Peraturan Bursa nomor I-E terkait public expose, dinyatakan bahwa perusahaan tercatat wajib melakukan public Expose tahunan sekurang-kurangnya 1 kali dalm setahun.

 Baca juga: Saham Nipress Disuspensi Mulai Hari Ini

Selain itu, dalam hal perusahaan tercatat dikankan sanksi denda oleh bursa, maka denda tersebut wajib disetor ke rekening bursa selambat-lambatnya 15 hari kalender terhitung sejak sanksi tersebut dijatuhkan.

Apabila Perusahaan tercatat yang bersangkutan tidak membayar denda dalam jangka waktu tersebut, maka bursa dapat melakukan penghentian sementara perdagangan saham di pasar Reguler sampai dengan dipenuhinya kewajiban pembayaran biaya pencatatan tahunan dan denda tersebut.

 Baca juga: Suspensi Saham TELE Dicabut, Harganya Langsung Anjlok 8,63%

Berdasarkan peraturan tersebut, Mengutip keterangan BEI, Jakarta, Jumat (21/2/2020), hingga tanggal 20 Februari 2020 yang merupakan batas akhir pembayaran denda pelaksanaan public expose terdapat 7 perusahaan tercatat yang belum melakukan pembayaran. Berikut ke 7 emiten tersebut:

1. PT Kertas Basuki rachmat Indonesia Tbk (KBRI) suspensi di seluruh pasar

2. PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA) suspensi di seluruh pasar

3. PT Akbar Indo Makmur Stimec Tbk (AIMS) suspensi di seluruh pasar

4. PT Cakra Mineral Tbk (CKRA) suspensi di seluruh pasar

5. PT Evengreen Invesco Tbk (GREN) suspensi di pasar Reguler dan Tunai

6. PT Nipress Tbk (NIPS) suspensi di seluruh pasar)

7. PT Triwira Insanlestari Tbk (TRIL) suspensi di seluruh pasar.

Berdasarkan hal ini, maka sejak sesi I perdagangan efek tanggal 21 Februari bursa memutuskan untuk mensuspensi 7 saham tersebut.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini