Virus Korona Merebak, Begini 9 Fakta di Lantai Pasar Saham

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Minggu 02 Februari 2020 09:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 02 278 2161993 virus-korona-merebak-begini-9-fakta-di-lantai-pasar-saham-yWbRf0oBP0.jpeg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Wabah Virus Korona di Wuhan, China, dan menyebar ke beberapa negara ikut berimbas bagi pasar saham. Pelaku pasar ikut mengantisipasi kondisi terkini di China dan imbas sejumlah negara.

Begitu juga dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Nilai kapitalisasi ikut terimbas, di mana mengalami penurunan nilai. Kendati demikian, virus korona tidak mengurungkan minat emiten untuk melantai.

Berikut ini fakta-Fakta pergerakan IHSG dan aktivitas lantai bursa selama sepekan, seperti dirangkum Okezone, Minggu (2/2/2020).

Baca Juga: Menakar Dampak Virus Korona dari Sisi Ekonomi, Ini Faktanya

1. Data perdagangan selama sepekan ditutup bervariasi dilihat dari pergerakan IHSG yang mengalami kenaikan sebesar 4,87% menjadi 5.940,048 dari 6.244,109 pada penutupan perdagangan pekan sebelumnya.

2. Namun, nilai kapitalisasi pasar selama sepekan mengalami penurunan sebesar 4,86% menjadi Rp6.864,267 triliun dari Rp7.214,773 triliun pada penutupan perdagangan minggu lalu.

3. Rata-rata volume transaksi harian mengalami perubahan sebesar 20,91% menjadi 6,457 miliar unit saham dari 8,164 miliar unit saham pada pekan sebelumnya.

4. Rata-rata nilai transaksi harian mengalami perubahan sebesar 1,88% menjadi Rp6,325 triliun dari Rp6,446 triliun pada pekan sebelumnya.

Pekan Kedua Bulan Juli, IHSG Merosot 0,19 Persen  

5. Rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami peningkatan sebesar 2,04% menjadi 418,443 ribu kali transaksi dari 410,077 ribu kali transaksi pada pekan sebelumnya.

6. Investor asing pada akhir perdagangan mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp1,852 triliun, sedangkan sepanjang tahun 2020, beli bersih asing tercatat sebesar Rp33,58 miliar.

7. Meski wabah Virus Korona meluas, namun minat investor untuk melakukan initial public offering tidak berubah. Tercatat terdapat satu emiten yang melakukan pencatatan saham perdana.

8. PT Putra Rajawali Kencana Tbk (PURA) melakukan IPO. PURA menjadi perusahaan ke-8 yang tercatat di BEI pada tahun 2020 dan bergerak pada sektor Infrastructure, Utilities and Transportation dengan subsektor Transportation.

9. BEI mencatat Reksa Dana Indeks STAR ETF SRI-KEHATI (XSRI) yang merupakan ETF ke-2 di BEI pada tahun 2020.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini